Kemlu Iran: Tidak Ada Negosiasi Damai dengan Amerika!

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Iran secara resmi menutup pintu diplomasi dan memilih jalur perlawanan keras terhadap Amerika Serikat. Sikap ini memicu eskalasi baru di kawasan Timur Tengah setelah serangan militer kembali pecah.

Juru Bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan negaranya sama sekali tidak memiliki agenda pembahasan damai pada saat ini. Fokus utama Teheran kini sepenuhnya dialihkan pada penguatan pertahanan nasional.

“Kami pada saat ini tidak memiliki rencana demi negosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara,” kata Baghaei kepada wartawan di luar acara peringatan demi menantu mendiang Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.

Penegasan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Teheran tidak akan lagi menoleransi tekanan sepihak dari Washington. Posisi politik Iran kini berada pada titik teramat krusial dalam menyikapi konfrontasi.

Teheran juga mengonfirmasi tidak akan terikat oleh komitmen internasional apa pun apabila pihak lawan melanggar kesepakatan. Prinsip ini menjadi landasan utama kebijakan luar negeri mereka pada saat ini.

“Kami tidak akan mematuhi perjanjian apa pun apabila AS melanggar kewajibannya,” ujar Baghaei, dikutip dari CNN Internasional.

Dia mengimbuhkan bahwa Iran meyakini Amerika Serikat telah mengabaikan gencatan senjata sejak awal. Pelanggaran berulang tersebut dinilai merusak segala bentuk kepercayaan diplomatik yang tersisa.

Tidak lama setelah pernyataan keras tersebut keluar, situasi di lapangan langsung memanas. Kantor Berita Mehr menginformasikan pangkalan militer Amerika Serikat menyerang Pulau Hengam milik Iran.

Wilayah strategis yang menjadi sasaran serangan tersebut berada amat dekat bersama Selat Hormuz. Jalur maritim ini merupakan urat nadi perdagangan minyak mentah global yang amat vital.

Sikap konfrontatif Iran ini lalu dipertegas oleh jajaran petinggi diplomatik lainnya di lokasi yang sama. Mereka menegaskan kesiapan penuh demi membalas setiap tindakan provokasi.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan negaranya akan merespons secara tegas terhadap setiap tindakan agresi. Pernyataan ini menjadi peringatan terbuka untuk kubu lawan.

“Kami tidak akan membiarkan tindakan agresi apa pun atau tindakan apa pun terhadap bangsa Iran tidak terjawab,” tegas Gharibabadi.

Ketegangan ini menjadi babak baru dari sejarah panjang perseteruan kedua negara di Timur Tengah. Ketidakpercayaan mendalam terus membayangi hubungan bilateral yang tak kunjung membaik dari waktu ke waktu.

Semasih belum insiden ini terjadi, hubungan kedua negara kerap diwarnai oleh pelanggaran kesepakatan nuklir dan sanksi ekonomi ekonomi sepihak. Kondisi tersebut terus memicu ketidakstabilan di kawasan Teluk.

Kini, penyerangan langsung di dekat Selat Hormuz semakin menjauhkan peluang perdamaian di meja perundingan. Kedua negara justru semakin memperkuat posisi militer masing-masing di garis depan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article