Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menyebutkan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 merupakan upaya memperkuat kolaborasi antara pihak pemerintah dan elemen masyarakat sekitar dalam mendorong pengembangan ekraf sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

NU berperan penting sebagai organisasi Muslim yang konsisten mempertahankan integritas serta komitmen demi tampil sebagai penggerak utama ekonomi kreatif yang memiliki basis massa begitu besar.

“Tema Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat demi Kemaslahatan Bangsa amat relevan bersama semangat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menjaga muruah berarti memiliki nilai, identitas, dan jati diri bangsa, sementara memperkaya khidmat bermakna menghadirkan karya serta kreativitas yang menyerahkan manfaat nyata untuk masyarakat sekitar,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Jumat (28/8/2026).

Riefky juga mengapresiasi NU yang berkontribusi mengembangkan potensi ekonomi kreatif sebagai kekuatan yang tumbuh dari masyarakat sekitar, termasuk melalui pemberdayaan santri, pesantren, organisasi kemasyarakat sekitaran, serta ekosistem di berbagai daerah.

Ia menyebutkan ekonomi kreatif bukan cuma tentang menghasilkan nilai ekonomi, namun juga transformasi dan inovasi kreativitas yang menjadi jalan demi kemaslahatan bangsa.

Ia juga mengapresiasi hajat besar masyarakat sekitar NU yang dibuka di Lapangan Untung Suropati yang merupakan area pesantren menjadi bentuk inkubator bisnis, pusat produksi rantai nilai ekraf, dan wujud akselerasi para santri mandiri yang kreatif.

“NU memiliki akar budaya religi yang kuat di tengah masyarakat sekitar, termasuk pemberdayaan terhadap santri di kalangan pesantren yang begitu aktif dan kreatif. Ini merupakan modal sosial dan kultural yang amat besar demi dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif,” tambah Riefky.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 sekaligus Menteri Sosial, Saifullah Yusuf berterima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah menyerahkan kesiapan fisik, kesiapan logistik, tata kelola muktamar, dan kesiapan sumber daya manusia.

“Kami juga mengadakan Bazar Muktamar dan Expo yang berlangsung sejak tanggal 20 hingga 31 Agustus 2026 yang dilengkapi panggung budaya dan pasar malam. Maka, Muktamar ke-35 tidak cuma menjadi forum organisasi, namun ikut menggalakkan ekonomi nasional,” ungkap Gus Ipul.

Dalam rangkaian pembukaan muktamar, ada penampilan seni marawis dan paduan suara simfoni dari kalangan santri (pelajar dan kalangan akademisi) yang menampilkan lagu-lagu bagaikan Indonesia Raya, Mars Syubbanol Wathon, Shalawat Asyghil, Shalawat Jibril, lagu tema Muktamar NU, serta lagu populer “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”.

Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dihelat pada 27-31 Agustus 2026 juga memiliki agenda strategis bagaikan pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU demi masa khidmah 2026-2031.

Kegiatan ini diikuti 38 pengurus wilayah NU, 523 PCNU, serta 33 pengurus cabang istimewa NU yang mengirimkan total 2.232 delegasi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article