Raja Norwegia Harald V Meninggal Dunia, Pangeran Haakon Naik Tahta

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Raja Norwegia Harald V resmi menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Nasional Oslo pada Jumat pukul 06.35 waktu setempat. Takhta kepemimpinan negara Skandinavia tersebut kini langsung beralih secara otomatis kepada Putra Mahkota Haakon.

Pihak Istana Kerajaan mengonfirmasi bahwa mendiang Raja Harald V meninggal dunia bersama damai setelah menjalani perawatan intensif. Dikutip dari Anadolu, pengibaran bendera setengah tiang di istana langsung dilakukan sesaat setelah pengumuman duka tersebut disiarkan.

Wafatnya penguasa monarki tertua di Eropa ini menandai akhir masa pihak pemerintahan 35 tahun yang dipenuhi dinamika kesehatan dalam sejumlah pekan terakhir. Haakon yang menggantikannya kini siap memimpin arah baru takhta Kerajaan Norwegia.

Proses transisi kekuasaan berlanjut melalui rencana pertemuan luar biasa antara pihak pemerintah dan raja baru dalam Dewan Negara di Istana Kerajaan. Nama resmi takhta Haakon akan diumumkan secara mendalam tepat setelah agenda rapat tersebut usai.

Sesuai aturan konstitusi yang berlaku, Haakon wajib mengucapkan sumpah jabatan resminya di hadapan para anggota parlemen. Publik tidak akan menyaksikan pesta penobatan mewah lantaran hukum Norwegia memang tidak mengagendakan tradisi seremonial tersebut.

Kondisi fisik mendiang mengawali memburuk secara signifikan hingga wajib memperoleh penanganan medis intensif sejak 17 Agustus lalu. Pihak tim medis kerajaan terus berupaya mengontrol dampak penyakit darah berisiko tinggi yang diidap sang raja.

Pengobatan kortison sempat diberikan guna menangani anemia hemolitik yang memicu penumpukan cairan berbahaya di dalam tubuhnya. Laporan stasiun televisi nasional NRK menyebutkan adanya komplikasi infeksi bakteri pada aliran darah yang kian memperparah keadaannya.

Mendiang Raja Harald V pertama kali naik takhta pada 17 Januari 1991 silam demi menggantikan posisi mendiang ayahnya, Raja Olav V. Kepemimpinannya yang konsisten mengangkut stabilitas politik dan budaya untuk rakyat Norwegia selama makin dari tiga dekade.

Hingga hari terakhir hidupnya di usia 89 tahun, ia memegang rekor sebagai kepala negara tertua yang aktif bertugas memimpin monarki di benua Eropa. Warisan kepemimpinannya kini diteruskan oleh Haakon yang resmi memikul tanggung jawab konstitusional penuh atas Norwegia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article