Turun Gunung, Sherina Munaf Ikut Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Tengah

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Sherina Munaf terjun langsung ke lapangan menolong proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang terjadi di Kalimantan Tengah.

Lewat akun media sosialnya, Sherina mengungkap telah merasakan dampak karhutla sejak berada di dalam pesawat dari Jakarta menuju Palangka Raya.

Penerbangannya sempat merasakan keterlambatan lantaran jarak pandang yang terganggu oleh asap tebal. Kondisi tersebut menciptakan proses pendaratan menjadi makin sulit.

“Bau asapnya itu sampai masuk ke dalam pesawat, aku langsung otomatis pake masker lantaran lama-lama gatal,” kata Sherina dalam video yang diunggah di akun Instagram @sherinamunaf pada Rabu (2/9/2026).

Setibanya di Palangka Raya, mantan istri Baskara Mahendra itu berkoordinasi bersama pihak terkait demi memperoleh informasi daerah yang dilanda karhutla dan lokasi yang membutuhkan bantuan.

Salah satu lokasi yang didatangi Sherina merupakan kawasan konservasi Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.

Di lokasi tersebut, tim BKSDA Kalimantan Tengah telah menjalankan pemadaman selama sejumlah hari.

Sherina menyaksikan secara langsung kondisi lahan yang masih menyimpan bara meski api di permukaan telah dipadamkan.

Kondisi lahan gambut menciptakan proses pemadaman menjadi makin sulit. Api yang terlihat padam di permukaan dapat kembali muncul lantaran masih terdapat bara di bawah lapisan gambut.

Eks pacar Raditya Dika itu turut menolong memadamkan bara dan menjalankan pembasahan kembali (rewetting) di kawasan yang terdampak.

Proses rewetting ini dilakukan demi mencegah bara kembali membesar dan memicu kebakaran.

Di samping kawasan konservasi, Sherina juga ikut menolong penanganan karhutla di sekitar Universitas Palangka Raya (UPR).

Bersama kalangan akademisi dan relawan, ia memadamkan sejumlah titik api. Sherina juga ikut mengangkut dan memakai peralatan pemadaman di tengah kondisi asap yang cukup tebal.

Menurut pengakuan Sherina, pengalaman tersebut menciptakannya merasakan langsung betapa beratnya pekerjaan para petugas dan relawan yang berada di lapangan.

“Aku merasakan sendiri betapa susahnya memadamkan api, gambut amat mudah terbakar. jadi aku mengerti yang di lapangan bagaikan putus asa,” ujarnya.

Pasalnya, api yang telah dipadamkan berpotensi kembali menyala berakibat proses pemadaman wajib dilakukan secara berulang sampai bara benar-benar tidak lagi menimbulkan asap.

“Yang dilakukan para pejuang ini amat melelahkan, tapi mereka tetap berjuang memadamkan api,” ucapnya pada video yang berbeda.

Aksi nyata berikutnya yang dilakukan Sherina merupakan mempromosikan penggalangan dana atau donasi demi mendukung para petugas dan relawan yang menangani karhutla.

Melalui gerakan Pawerful Voices, bantuan tersebut diperbantukan demi mendukung kebutuhan logistik dan perjuangan para relawan di lapangan.

Keterlibatan Sherina menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Ia tidak cuma menyaksikan kondisi kebakaran dari kejauhan, namun turut merasakan tantangan pemadaman di lapangan.

Sherina menggandeng sejumlah pihak dalam upaya penangan karhutla bagaikan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), BKSDA Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, KPHP Kahayan Tengah, serta relawan dan kalangan akademisi Universitas Palangka Raya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article