MediaKeadilan.com – Bos National Air Traffic Services (NATS) Martin Rolfe mengonfirmasi kekacauan teknis penerbangan Inggris murni ketidak berhasilan sistem internal, bukan dampak peretasan. Otoritas navigasi udara tersebut menyampaikan permohonan maaf terbuka saat ribuan jadwal penerbangan lumpuh total.
Sistem kontrol penerbangan kini telah pulih penuh meski dampak penumpukan penumpang masih masih belum terurai. Penyelidikan mendalam langsung berjalan demi membongkar akar masalah teknis di markas utama navigasi.
Pemerintah Inggris bergerak cepat memanggil jajaran direksi NATS guna mempertanggungjawabkan gangguan navigasi udara nasional ini. Pertemuan darurat tersebut akan membongkar transparansi operasional sistem kendali udara yang dinilai rentan.
Menteri Transportasi Heidi Alexander dijadwalkan memberi keterangan resmi di hadapan parlemen terkait nihilnya unsur kejahatan siber. Pemerintah ingin mengonfirmasi publik memperoleh ketentuan atas insiden yang merugikan puluhan ribu calon penumpang.
Kerusakan perangkat keras di Swanwick ditengarai menjadi titik awal kelumpuhan jaringan navigasi udara Inggris. Pusat kendali lalu lintas udara dekat Southampton tersebut mendadak berhenti memproses data penerbangan secara otomatis.
Martin Rolfe menepis tuduhan bahwa infrastruktur NATS telah tidak layak menjalankan fungsi vital navigasi.
“Menurut saya tidak demikian,” tegas Rolfe saat menanggapi keraguan publik atas keandalan sistemnya.
NATS berjanji membeberkan hasil audit teknis secara terbuka usai seluruh penerbangan kembali normal. Evaluasi menyeluruh kini berfokus pada ketahanan sistem cadangan saat terjadi ketidak berhasilan perangkat keras utama.
Data analisis penerbangan Cirium mencatat sesejumlah 1.750 jadwal penerbangan dibatalkan mendadak pada Selasa. Ribuan calon penumpang terlantar di berbagai terminal bandara akibat pembatalan massal tersebut.
Efek domino gangguan ini terus meluas hingga membatalkan sedikitnya 291 penerbangan tambahan pada Rabu siang. Penumpukan pesawat di apron bandara memperlambat proses pemulihan rotasi penerbangan internasional.
Kerusakan melanda pusat pengendali udara NATS di Swanwick yang memegang kendali atas ruang udara tersibuk di Inggris. Ketidak berhasilan fungsi instrumen di fasilitas ini langsung menghentikan alur komunikasi navigasi udara secara nasional.
Latar belakang insiden bermula saat sistem otomatisasi NATS merasakan ketidak berhasilan pemrosesan data rencana penerbangan pada Selasa. Kondisi tersebut memaksa petugas mengalihkan sistem operasional ke mode manual demi keselamatan penerbangan.
Pengalihan ke prosedur manual menurunkan kapasitas penanganan lalu lintas udara secara drastis hingga memicu penundaan massal. Meski serangan siber telah dibantah, insiden ini menjadi salah satu gangguan navigasi terbesar dalam sejarah penerbangan Inggris.
