Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Di tengah ketatnya persaingan kerja formal dan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital pada saat ini, pola pikir mengenai mencari kerja kantoran setelah lulus kuliah perlahan mengawali bergeser.

Tantangan zaman menuntut generasi muda demi makin adaptif, kreatif, dan berani menyaksikan peluang di luar jalur konvensional.

Menjawab kegelisahan tersebut, rangkaian Gen Z Impact Fest 2026 di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel Yogyakarta pada Sabtu (12/9/2026) menghadirkan sesi karier bertajuk “From Talent to Job Creator: Seek Your Own Opportunity”.

Hadir tiga pembicara, yakni Drs. Eko Cahyono Tjia, Psi., MM selaku Ka Dept Pusat Karier PP Kagama 2025-2029 dan Direktur PT Quantum Edukasindo Paradigma; Meika Hazim, Owner Cokelat Ndalem; dan Kafka Vadanta Founder @maximizingmasamuda & @upgrow_id.

Sesi ini dirancang demi membongkar batasan lama sekaligus menginspirasi anak muda agar berani mentransformasikan diri dari sekadar pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta peluang (job creator).

Menghadapi Realitas Dunia Kerja dan Mentalitas Intrapreneurship

Drs. Eko Cahyono Tjia, Psi., MM. memaparkan bahwa tantangan terbesar para fresh graduate pada saat ini merupakan tingginya angka pengangguran usia muda.

Industri modern tidak lagi sekadar menyaksikan tinggi rendahnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau hafalan materi kuliah semata, melainkan bukti kerja nyata serta kemampuan beradaptasi bersama teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Pada waktu interview yang ditanya merupakan mana bukti kerjaannya. Makanya, lalu industri kini malah bergeraknya telah ke arah AI. Dan kini pertanyaannya merupakan kamu mampu enggak demi mengendalikan AI itu menciptakan pekerjaan itu makin cepat,” ujar Eko Cahyono Tjia.

Selain penguasaan AI, Eko juga menekankan pentingnya memiliki mentalitas intrapreneurship—yakni rasa memiliki dan tanggung jawab penuh terhadap korporasi tempat kita bekerja seolah-olah kita merupakan pemiliknya sendiri.

Kemampuan komunikasi persuasif, negosiasi, serta kolaborasi lintas disiplin menjadi penentu utama kesuksesan di dunia profesional.

Menghadapi persaingan ketat di dunia kerja, portofolio dan networking (jaringan) dinilai sebagai modal sosial yang teramat berharga.

Organisasi kampus disebut sebagai salah satu simulasi dunia kerja terbaik demi melatih kemampuan menyusun rencana, mengeksekusi program, hingga mengevaluasi hasil kerja.

“Jadi kini yang menjadi mata uang karier yang laku itu merupakan portofolio. Nomor satu itu. Kedua jaringan atau network yang kamu punya,” lanjutnya.

Dengan memperluas pertemanan lintas fakultas hingga lintas universitas dan membangun rekam jejak digital yang positif, peluang kerja akan datang bersama sendirinya tanpa wajib bersusah payah melamar ke berbagai tempat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article