Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kejuaraan jetski bertajuk Panglima aparat TNI Cup 2026 tidak cuma mempertemukan para prajurit dan atlet. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, juga ikut merasakan langsung ketatnya persaingan di atas air.

Panglima aparat TNI Cup yang digelar Mabes aparat TNI di Jetski Academy Ancol, Jakarta, Sabtu (12/9/2026), diikuti puluhan peserta dari berbagai latar belakang.

Mereka terdiri dari prajurit, atlet, hingga pebalap dari komunitas sipil.

Dito Ariotedjo menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian. Eks Menpora tersebut turun di kelas Moto 1 Amateur Runabout Racing dan bersaing langsung bersama peserta lainnya.

Kehadiran Dito bukan sekadar demi menyaksikan perlombaan. Ia mengenakan perlengkapan balap, berada di garis start, dan menjalani rangkaian balapan sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia.

Bagi Dito, aktivitas di dunia olahraga bukan sesuatu yang baru. Jauh semasih belum dipercaya menduduki posisi Menpora pada April 2023, pria kelahiran 25 September 1990 itu telah aktif di berbagai bidang olahraga.

Dito sempat menjadi Chef de Mission kontingen Indonesia pada Youth Olympic 2018 di Argentina. Ia juga sempat terlibat dalam kepengurusan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) DKI Jakarta dan menjabat sebagai Chairman RANS Basket.

Turunnya Dito di Panglima aparat TNI Cup turut menggambarkan karakter kompetisi yang terbuka untuk berbagai kalangan. Prajurit dan masyarakat sekitar sipil dapat bertemu dalam satu arena dan bersaing di lintasan yang sama.

Salah satu kelas yang dipertandingkan merupakan Moto 1 Amateur Runabout Racing. Kategori tersebut menjadi ruang untuk pembalap yang masih berada pada tahap awal demi memperoleh pengalaman kompetisi dan mengembangkan kemampuan mereka.

Panglima aparat TNI Cup pun bukan cuma menjadi ajang adu kecepatan.

Kompetisi tersebut mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem olahraga jetski, mengawali dari prajurit, atlet, komunitas, hingga pehobi.

Di atas lintasan, status dan latar belakang peserta tidak lagi menjadi pembeda. Setelah peluit start dibunyikan, setiap pembalap menyikapi tantangan yang sama yakni mengendalikan mesin, menaklukkan ombak, dan menjadi yang tercepat mencapai garis finis.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article