Suhu ‘Neraka Bocor’ Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

admin
By admin
5 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Suhu panas di berbagai wilayah Malaysia diproyeksikan menembus angka di atas 40 derajat Celcius pada tahun 2027. Lonjakan panas ekstrem ini dipicu oleh fenomena Super El Nino yang diperkirakan bakal mencapai intensitas terkuat sepanjang sejarah pencatatan iklim.

Wilayah untukan utara Semenanjung Malaysia bakal menjadi area pertama yang merasakan dampak sengatan panas ini menjelang akhir musim monsun timur laut. Puncak cuaca membakar tersebut diperkirakan bertepatan bersama fenomena ekuinoks yang terjadi sekitar bulan Maret hingga April 2027.

Masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dan merayakan Hari Raya pada tahun 2027 diimbau bersiap menyikapi cuaca yang amat membakar. Aktivitas luar ruangan serta silaturahmi tatap muka disarankan demi dibatasi demi menjaga kesehatan fisik masyarakat sekitar.

Direktur Jenderal MetMalaysia, Dr. Mohd Hisham Mohd Anip, mengonfirmasi bahwa potensi panas kali ini berisiko melampaui rekor tertinggi yang sempat tercatat di negara tersebut. Rekor suhu harian terpanas Malaysia semasih belumnya berada di angka 40,1 derajat Celcius di Chuping, Perlis, saat gelombang Super El Nino melanda pada rentang 1997/1998.

“Mengingat fenomena ini diprakirakan bakal makin kuat dibanding episode-episode semasih belumnya, ditambah bersama pemanasan global, suhu udara dapat melampaui rekor tersebut dan mencapai 40,5 atau bahkan 41°C,” ujarnya saat tampil dalam program Fokus 30 di BERNAMA Radio bertajuk Super El Nino: Kesan Kepada Negara.

Ia juga menekankan bahaya dari pancaran sinar matahari secara langsung tanpa penghalang awan saat fenomena astronomis tersebut berlangsung.

“Matahari berada tepat di atas kepala selama ekuinoks dan tanpa tutupan awan yang cukup akibat cuaca kering, paparan panas secara langsung dapat berdampak buruk,” tegas Hisham.

Kondisi iklim pada saat ini sebenarnya masih berada pada level El Nino biasa dan akan berproses secara bertahap melalui fase lemah, sedang, hingga kuat. Fase tersebut diprediksi terus berkembang hingga menjelma menjadi Super El Nino pada penghujung tahun 2026.

Secara historis, Malaysia telah tiga kali dihantam fenomena Super El Nino, yakni pada periode 1982/1983, 1997/1998, serta 2015/2016. Seluruh periode tersebut mencatatkan lonjakan suhu harian yang amat ekstrem di berbagai kawasan.

Fenomena Super El Nino itu sendiri bermula dari meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mengacaukan kondisi atmosfer global. Dampaknya memicu penurunan drastis curah hujan, menciptakan cuaca amat kering, serta memperbesar risiko kabut asap akibat kebakaran lahan.

Catatan iklim memperlihatkan kawasan utara bagaikan Langkawi dan Alor Setar sempat merasakan periode tanpa hujan hingga 70 hari berturut-turut. Anomali iklim mendatang diperkirakan memicu kekeringan panjang bersama durasi yang serupa.

Kondisi tersebut memicu kewaspadaan tinggi terhadap potensi krisis pasokan air bersih yang jauh makin parah pada tahun 2027. Penundaan musim hujan yang berkepanjangan berisiko menguras waduk-waduk penampungan yang pada saat ini mengawali menyusut.

“Kami khawatir ketika puncak Super El Nino tiba awal tahun depan, situasinya akan menjadi makin parah. Pengalaman kami selama episode Super El Nino yang kuat semasih belumnya memperlihatkan bendungan-bendungan di Melaka mengering total,” tutur Hisham.

Masyarakat diminta demi senantiasa memantau perkembangan cuaca melalui platform resmi atau aplikasi myCuaca milik MetMalaysia. Warga juga diingatkan agar tidak menyebarkan informasi atau spekulasi yang masih belum terverifikasi di media sosial.

Fenomena Super El Nino merupakan anomali iklim global yang terjadi ketika suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Pasifik Khatulistiwa meningkat secara drastis di atas rata-rata normal. Lonjakan suhu laut ini mengubah pola sirkulasi angin global, memindahkan pusat pembentukan awan hujan keluar dari wilayah Asia Tenggara, berakibat memicu kekeringan parah di negara-negara bagaikan Malaysia.

Malaysia semasih belumnya sempat melalui tiga gelombang Super El Nino besar pada episode 1982/1983, 1997/1998, dan 2015/2016 yang merusak sektor pertanian serta mengeringkan waduk-waduk utama. Ancaman gelombang Super El Nino 2027 diprediksi menjadi yang teramat parah lantaran terakumulasi bersama laju pemanasan global yang terus meningkat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article