Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pemerintah mengklaim cakupan layanan seluler di wilayah berpopulasi Indonesia telah mencapai 98,9 persen. Setelah mengejar perluasan konektivitas, pekerjaan berikutnya merupakan menutup wilayah yang masih menjadi blank spot sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Keaparatur negara kementerianan Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wayan Toni Supriyanto, menyebutkan perluasan konektivitas menjadi untukan penting dalam pembangunan infrastruktur digital Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wayan saat membuka Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026 yang digelar IndoTelko Group di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026), dalam rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81.

Menurut Wayan, cakupan jaringan seluler di wilayah berpopulasi kini telah mencapai 98,9 persen. Namun, angka tersebut masih belum menandai berakhirnya pekerjaan pihak pemerintah dalam menyediakan konektivitas.

Masih terdapat wilayah yang masih belum terjangkau jaringan seluler. Pemerintah pun terus mencari cara demi menghilangkan blank spot, termasuk melalui pemanfaatan infrastruktur dan teknologi yang sesuai bersama kondisi wilayah.

Wayan menyebut, upaya tersebut dilakukan melalui BLU Bakti maupun teknologi bagaikan satelit. Setelah cakupan diperluas, tantangan berikutnya merupakan mengonfirmasi kualitas layanan yang diterima masyarakat sekitar semakin baik.

Konektivitas tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar, termasuk tersangka UMKM, demi mendorong aktivitas ekonomi melalui akses jaringan 4G dan 5G.

Konektivitas Butuh Kolaborasi

Wayan menyebutkan, pembangunan sektor telekomunikasi dan digital tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, operator, vendor, akademisi hingga masyarakat sekitar perlu berkolaborasi agar layanan yang tersedia benar-benar menyerahkan manfaat.

Pesan kolaborasi itu juga menjadi tema dalam Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026 yang mempertemukan 12 tim dari korporasi telekomunikasi, regulator, asosiasi, jurnalis, dan ekosistem industri digital.

“Hari Bhakti Postel mengingatkan kita kepada para pejuang-pejuang postel kita, dan pada hari ini berlangsung turnamen mini soccer demi memeriahkan peringatan tersebut. Kami mendukung sekali, yang terpenting junjung sportivitas,” ungkap Wayan Toni usai membuka turnamen.

Menurutnya, olahraga menjadi ruang demi mempererat hubungan antartersangka industri. Semangat yang sama dibutuhkan dalam membangun infrastruktur telekomunikasi dan digital.

“Kalau di pertemuan-pertemuan kita biasanya membahas spektrum, disini diganti dulu menjadi ruang gerak, jaringan menjadi operan, kualitas layanan menjadi kualitas permainan dan target pembangunan demi sementara menjadi target mencetak gol. Tapi ada satu hal yang sama, tidak ada hasil besar yang lahir dari kerja sendirian,” tegasnya.

18 Tahun Tradisi Hari Bhakti Postel

Turnamen Mini Soccer Menkomdigi CUP 2026 menjadi untukan dari tradisi olahraga dalam rangka memperingati Hari Bhakti Postel yang telah berlangsung selama 18 tahun.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article