Makkah Diserang Bom Drone Houthi Yaman

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi menghancurkan pesawat nirawak bom drone milik milisi Houthi yang berupaya menerobos wilayah udara Kota Suci Makkah. Serangan drone musuh tersebut sukses dicegat di sektor selatan semasih belum sempat mendekati kawasan terlarang.

Juru bicara resmi Koalisi demi Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengonfirmasi insiden yang terjadi pada Selasa malam (15/9/2026) pukul 18.50 waktu setempat. Langkah cepat militer Saudi sukses menghentikan potensi bahaya untuk masyarakat sekitar dan jemaah yang sedang beribadah.

Pencegatan ini memicu kewaspadaan tinggi lantaran menyasar pusat ibadah umat Islam yang dipadati jemaah umrah dari berbagai negara. Pemerintah Kerajaan menegaskan tidak ada toleransi untuk tindakan teror yang mengancam keselamatan kawasan Masjidil Haram.

“Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, semasih belum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah,” kata juru bicara tersebut.

Pemerintah Arab Saudi mengecam keras manuver militer kelompok ekstremis tersebut yang dinilai merusak stabilitas kawasan. Aksi teror yang menyasar wilayah suci dianggap sebagai provokasi terbuka terhadap perasaan jutaan umat Muslim global.

Militer Saudi menegaskan bahwa pencegatan di untukan selatan Makkah ini membuktikan keandalan sistem proteksi udara Kerajaan dalam mengamankan objek vital. Langkah penyergapan dilakukan tanpa menimbulkan dampak kerusakan maupun pihak korban jiwa di permukiman masyarakat sekitar.

Koalisi menegaskan akan mengambil tindakan tegas dan preventif demi melumpuhkan potensi serangan susulan dari kelompok bersenjata tersebut. Perlindungan terhadap kawasan tempat turunnya wahyu dan para peziarah menjadi prioritas utama komando militer.

“Tindakan ini cuma dapat digambarkan sebagai perbuatan tercela dan upaya demi menargetkan tempat turunnya wahyu, tanah tempat risalah disampaikan, serta tujuan yang menjadi tempat berlabuhnya hati jutaan umat Islam dari seluruh dunia,” katanya.

Kelompok Houthi dinilai sengaja menciptakan ketakutan di tengah masyarakat sekitar serta jemaah umrah yang sedang beraktivitas secara damai. Upaya konfrontasi bersenjata ini menambah panjang catatan pelanggaran keamanan yang dilakukan milisi Yaman tersebut.

“Keamanan Dua Masjid Suci dan jamaah umrah merupakan harga mati. Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan bersifat mencegah terhadap milisi Houthi teroris serta tindakan mereka yang bermusuhan dan teroris,” demikian juru bicara tersebut.

Percobaan serangan pesawat nirawak ini mencatatkan kali kedua kota suci Makkah menjadi sasaran tindakan bermusuhan dari kelompok Houthi. Insiden serupa pertama kali terjadi pada 27 Juli 2017 ketika milisi tersebut berupaya meluncurkan rudal balistik ke arah kota yang sama.

Latar belakang ancaman terhadap Makkah berkali-kali terjadi seiring dinamika konflik berkepanjangan antara milisi Houthi Yaman dan pasukan koalisi pimpinan Saudi. Keamanan di seluruh perbatasan udara Kerajaan kini terus diperketat guna mengantisipasi ancaman serangan jarak jauh mendadak.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article