MediaKeadilan.com – Film Menang Untuk Kalah akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mengawali 19 November 2026.
Film drama produksi Para Kreator ini mengangkat persoalan finansial dalam keluarga, terutama tentang keputusan-keputusan besar yang diambil kepala rumah tangga dan dampaknya terhadap anggota keluarga.
Film ini disutradarai Hasto Broto bersama skenario karya Jujur Prananto, penulis yang semasih belumnya terlibat dalam film Petualangan Sherina dan Ada Apa Dengan Cinta?.
Sedangkan demi para pemain, Menang Untuk Kalah dibintangi oleh Surya Saputra sebagai Bima, Lulu Tobing sebagai Dewi, Ajil Ditto sebagai Rako, Putri Ziani sebagai Reina, Yessy Gusman sebagai Eyang Lastri, dan Allesandrio Reinhard Karamoy sebagai Stefan.
Film ini juga menghadirkan Tike Priatnakusumah, Beddu, serta Tigor sebagai pemeran pendukung.
Sinopsis Film Menang Untuk Kalah
Cerita berfokus pada Bima yang hidup bersama istrinya, Dewi, serta dua anak remaja mereka, Reina dan Rako. Keluarga tersebut awalnya menjalani kehidupan yang harmonis hingga mereka memutuskan membeli rumah impian memakai sistem kredit.
Setelah memiliki rumah baru, pengeluaran keluarga semakin besar lantaran mereka juga membeli berbagai perabotan.
Kondisi keuangan yang mengawali menipis lalu semakin berat ketika Bima dan Dewi mengganti mobil bersama kendaraan yang makin mahal, meski mobil lama mereka masih layak digunakan. Rako juga memperoleh motor baru bersama cara kredit.
Sementara itu, Bima bekerja sebagai pekerja lepas dalam sebuah proyek. Penghasilannya wajib digunakan demi memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus membayar cicilan rumah, kendaraan, dan pengeluaran lainnya.
Untuk mengurangi beban bulanan, Bima akhirnya mengorbankan salah satu kewajiban yang sebenarnya dibutuhkan keluarganya. Keputusan tersebut lalu mengangkut keluarga mereka menyikapi masalah yang tidak terduga.
Ketika membutuhkan biaya besar demi menyelesaikan persoalan tersebut, Bima sebenarnya memiliki pilihan demi mengalihkan kredit mobil dan motor. Namun, ia justru mengambil keputusan ekstrem tanpa berdiskusi termakin dahulu bersama Dewi.
Keputusan itu memang menyerahkan solusi sementara, namun lalu memunculkan persoalan baru. Masalah datang bertubi-tubi dan Bima semakin kesulitan mencari jalan keluar.
Setiap keputusan yang diambil justru mengangkut konsekuensi lain untuk dirinya maupun keluarganya.
Selain cerita tentang keluarga dan persoalan finansial, film ini juga didukung musik yang menjadi untukan penting dalam cerita.
Menang Untuk Kalah menghadirkan 16 lagu yang dibuat khusus demi film, di antaranya “Menang Untuk Kalah”, “Judi”, “Kalah Telak”, “Lelah Hati”, “Dewi”, “Tersisa Sesal”, “Hancur Lebur”, “Baik-baik Tanpaku”, hingga “Sang Pemenang”.
Proses produksi film ini berlangsung sekitar 10 bulan sejak pengembangan cerita hingga final editing. Sementara proses syuting dilakukan selama 22 hari di sejumlah lokasi di kawasan Bandung Raya.
Jadi, jangan lupa nonton film ini di bioskop pada 19 November mendatang yah.
