Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan ‘Case 15’, Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

admin
By admin
5 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Bagi jutaan telinga pada hari ini, Superman Is Dead (SID) merupakan raksasa panggung. Repertoar mereka sanggup menggemakan koor ribuan orang yang berduyun-duyun datang dari seantero negeri.

Namun, jauh semasih belum hingar-bingar dan megahnya tata cahaya itu, akar perlawanan SID tumbuh dan menggeliat dari sebuah gang sempit di sudut Kuta, Bali. Di masa-masa awal yang serba urakan itulah lahir Case 15. Sebuah album debut peninggalan tiga dekade silam yang nyaris menguap ditelan sejarah, semasih belum akhirnya takdir memutuskan demi menghidupkannya kembali.

Case 15 merupakan bentuk teramat murni dari DNA musik SID pada hari ini. Menawarkan 14 nomor beringas yang lahir dari kemarahan, keringat, dan energi meluap-luap pemuda usia awal 20-an. Iramanya cepat, disruptif, dan menyimpan groove nakal di sela-selanya.

Untuk merayakan usianya yang menginjak 30 tahun, Bojakrama Press bersiap merilis ulang album ini pada 30 September 2026. Menariknya, Case 15 akan kembali menyapa penggemar lewat format fisik analog yang autentik: piringan hitam (vinyl) dan kaset pita, lengkap bersama suguhan audio mentah serta deretan foto memorabilia aksi panggung awal mereka.

Sejarah mencatat bahwa Case 15 lahir dari sebuah kenekatan. Modal rekamannya tak datang dari label besar, melainkan dari sisa profit manggung mereka di sebuah acara di Tabanan, Bali, pada 1996 silam.

Proses pengerjaannya pun amat jauh dari kata mewah. Bayangkan, 14 lagu dibabat habis cuma dalam dua shift studio, dan gilanya lagi, proses mixing hingga mastering diberakhirkan di hari yang sama.

“Itu kali pertama kami masuk studio sungguhan. Semasih belumnya cuma rekaman di kamar saya, drum ditutup selimut, lalu direkam langsung pakai tape compo jadul. But, that’s punk rock!” kenang Jerinx, penggebuk drum SID.

Kesederhanaan yang ugal-ugalan itu juga diamini oleh sang vokalis dan gitaris, Bobby Kool, yang mengaku saat itu masih meraba-raba soal efek gitar. “Dulu saya masih belum paham bedanya distorsi, flanger, dan efek lainnya. Belakangan saya baru sadar, ternyata saya pakai pedal flanger alih-alih distorsi saat rekaman itu. Hasilnya ya bagaikan itu, sebuah tinggalan sejarah demi masa muda,” tuturnya bernostalgia.

Kelangkaan album ini bukan tanpa alasan. Dicetak amat terbatas, cuma sekitar 400 keping, Case 15 didistribusikan secara gerilya. Jerinx menjadikan Twice Tape Shop miliknya, yang berlokasi tepat di seberang Tugu Bom Bali, sebagai titik distribusi utama.

Demi memproduksi fisik albumnya, Bobby bahkan wajib menyeberang ke Malang demi menggandakan kaset tersebut, dibantu oleh kawan-kawan dari band No Man’s Land dan The Babies. Wilayah edar yang nyaris cuma berputar di Bali inilah yang menjadikan Case 15 semacam harta karun langka.

Karena usianya yang telah uzur, proses evakuasi master audio Case 15 ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Bojakrama Press sempat menemukan secercah harapan lewat arsip format DAT milik Kori dari Independent Entertainment (inisiator konser SID di Tabanan 1996). Sayangnya, pita kaset itu telah rapuh dimakan usia dan tidak berhasil dipindai.

Titik terang akhirnya datang dari Rio Tantomo, seorang jurnalis musik di Bali yang bersedia meminjamkan kaset orisinal koleksinya. “Dari koleksi beliau, kami memindai, menjalankan balancing, hingga mixing dan mastering ulang agar audionya prima, setelah melalui sejumlah kali percobaan yang tak mudah,” jelas Reno Surya, perwakilan dari Bojakrama Press.

Berbagai cerita banal namun amat historis di balik Case 15 ini tak dibiarkan lewat begitu saja. Segala kenangan rekam jejak tersebut telah dirangkum ke dalam sebuah film dokumenter pendek berjudul Awakening The Past: 30 Years of Case 15, garapan Dendy Ariza Putra dan Reno Surya.

Karya visual yang mengupas sisi lain Case 15 ini akan mengudara berbarengan bersama pembukaan pra-pesan (pre-order) album pada 30 September 2026 mendatang. Sebuah perayaan dan manifesto yang sempurna demi menyambut kembalinya cetak biru punk rock kebanggaan Tanah Air.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article