Jejak Digital Hannah Al Rashid Berjuang Garis 2 Viral, Ketegaran Tuai Pujian

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Jejak digital Hannah Al Rashid demi memperoleh keturunan tengah menjadi sorotan hangat dan viral di media sosial. Dalam sebuah wawancara, Hannah mengungkap kisah mendalam mengenai perjuangannya memperoleh garis 2 yang penuh bersama lika-liku emosional.

Perjalanan Hannah tidak cuma melibatkan perjuangan fisik, namun juga perjuangan batin yang luar biasa ketika wajib berhadapan bersama kenyataan pahit berupa kehilangan.

“Aku sejumlah banget teman yang udah akhirnya coba IVF dan melewati journey itu eh sejumlah teman yang merasakan kehilangan, aku juga sempat merasakan kehilangan gitu,” ungkap Hannah dalam video yang viral di X.

Ketegaran yang ditunjukkan Hannah dalam menyikapi masa-masa sulit tersebut menuai sejumlah pujian dari publik. Banyak orang merasa tersentuh bersama pengakuan jujur mengenai rasa sunyi yang dialami selama menjalani proses tersebut.

Pengalaman pribadi tentang kehilangan yang dirasakan secara langsung, serta bagaimana menyikapi kenyataan bahwa sejumlah teman dekat yang juga merasakan kehilangan serupa dalam perjalanan IVF mereka, menjadi sebuah cerita yang amat menyentuh hati sejumlah orang.

Dalam penuturannya, diungkapkan pula rasa terkejut yang mendalam saat pertama kali mengetahui sebuah data statistik yang ada di Indonesia. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa 1 dari 6 wanita di Indonesia ternyata melewati perjuangan atau kondisi yang sama.

Keterkejutan ini muncul lantaran pada saat menjalani proses tersebut secara pribadi, muncul perasaan yang amat sepi dan terasing, seolah-olah perjuangan berat ini cuma dialami sendirian tanpa ada orang lain yang merasakan hal serupa.

“Jadi, em memang yang awalnya waktu dikasih tahu kayak statistik 1 dari 6 wanita Indonesia itu aku cukup kaget lantaran eh saat diriku aja misalnya melewati itu I felt very alone,” tutur Hannah.

Alih-alih menyerah pada keadaan, sikap tegar demi terus melangkah maju dan memandang proses ini dari sudut pandang yang berbeda menjadi inspirasi untuk sejumlah wanita lain yang sedang berjuang di jalan yang sama.

“Itu kerap di ini merupakan miskonsepsi tapi kerap digambarkan sebagai sebuah ketidak berhasilan sebagai wanita bila misalnya tidak dapat punya anak atau memberi anak kepada pasangannya gitu. Tapi I don’t see it as a failure, I see it just as another process of life gitu dan lewat film ini kita diberi kesempatan demi changing that narrative gitu bahwa ketidak berhasilan yang utama tuh merupakan di saat lo give up,” lanjutnya.

Salah satu poin penting yang disoroti dalam jejak digital tersebut merupakan adanya miskonsepsi yang kerap kali berkembang di tengah masyarakat sekitar luas. Selama ini, ketidakmampuan seorang wanita demi memiliki anak atau menyerahkan keturunan kepada pasangannya kerap kali digambarkan secara keliru sebagai sebuah bentuk ketidak berhasilan sebagai seorang wanita.

Namun, pandangan miring tersebut ditolak bersama tegas oleh Hannah. Alih-alih menganggapnya sebagai ketidak berhasilan, proses sulit ini dipandang secara bijak sebagai untukan dari proses kehidupan yang memang wajib dilewati.

Ketegaran Hannah langsung ramai menuai pujian dari masyarakat sekitarnet.

“Hannah benar-benar wanita yang kuat dan tegar. Salut sih dia itu senantiasa jadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak wanita dan isu-isu seputarnya di satu sisi dia juga melewati masalah pribadi bersama sembuh sendiri,” puji masyarakat sekitarnet.

“Sedih ya dengernya bila masalah gini kerap hal tersebut disalahkan ke cewek. Mbak Hannah kamu tetap jadi wanita dan gak ada yang tidak berhasil cuma lantaran masih belum hamil, bagaikan yang dr. Gia bilang ‘rahim itu area Tuhan’. Semoga lukanya cepet pulih mba walaupun gak bakal ilang,” komentar masyarakat sekitarnet.

“Gak gampang tetep vokal bela orang lain pas luka sendiri masih belum beneran beres. Butuh kekuatan mental gila sih buat jalanin dua hal itu barengan,” puji masyarakat sekitarnet.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article