Data Center AI Makin Menjamur, Meutya Hafid: Jangan Ganggu Air dan Energi Warga

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Ledakan kebutuhan komputasi demi kecerdasan buatan (AI) ikut mendorong pembangunan data center di Indonesia. Namun, pihak pemerintah mengawali mengingatkan agar pertumbuhan infrastruktur digital tersebut tidak mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat sekitar.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebutkan, Indonesia memang membutuhkan kapasitas komputasi makin besar. Ekonomi digital dan industri kreatif yang terus berkembang menciptakan kebutuhan tersebut sulit dihindari.

Meski begitu, pembangunan data center wajib memperhitungkan kemampuan wilayah, terutama dari sisi pasokan energi dan air.

“Kita memang membutuhkan computing capacity, namun jangan sampai lalu kebutuhan energi ini mengganggu kebutuhan energi kita, terutama demi pelayanan publik. Kemudian juga jangan sampai kebutuhan air terganggu,” ujar Meutya usai jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, pembangunan data center tidak dapat dilakukan cuma bersama menyaksikan ketersediaan lahan. Pemerintah perlu mengonfirmasi lokasi yang dipilih memang sesuai bersama kebutuhan komputasi sekaligus memiliki sumber daya pendukung yang memadai.

Data Center Tak Bisa Dibangun Sembarangan

Meutya menyebutkan, penentuan lokasi perlu mempertimbangkan sejumlah faktor. Mulai dari kebutuhan komputasi, jumlah pengguna internet, kualitas konektivitas, hingga ketersediaan air dan energi.

“Jadi memang wajib ada keseimbangan. Di mana titik-titik itu wajib kita tentukan berdasarkan kebutuhan kita kini, berdasarkan jumlah pengguna internet, berdasarkan konektivitas yang baik, lalu juga berdasarkan air yang tersedia, energi yang tersedia, sinyal, dan sebagainya,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menjadi penting lantaran investasi data center di Indonesia terus berkembang. Pemerintah semasih belumnya menyebut terdapat minat investor demi membangun tambahan kapasitas sekitar 1,3 GW, sementara kapasitas data center yang telah beroperasi berada di kisaran 580 MW.

Di saat yang sama, Indonesia juga tengah membangun infrastruktur komputasi demi kebutuhan AI. Pengembangan AI Factory menjadi salah satu upaya demi memperkuat ekosistem AI dan meningkatkan kapasitas komputasi di dalam negeri.

Artinya, kebutuhan terhadap data center diperkirakan masih akan bertambah. Persoalannya bukan lagi sekadar berapa sejumlah fasilitas yang dapat dibangun, namun di mana fasilitas tersebut dibangun dan sumber daya apa yang digunakan.

Indonesia Jangan Sampai Kebanjiran Data Center

Meutya juga menyinggung perubahan kondisi global yang menciptakan investasi data center semakin menarik. Persaingan membangun kapasitas komputasi ikut meningkat seiring perkembangan AI.

Namun, Indonesia tidak ingin pembangunan dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan wilayah.

“Kita wajib menyaksikan juga jangan sampai lalu kita kebanjiran data center, namun memang kita wajib menyaksikan titik-titik mana yang sesuai bersama kebutuhan kita,” katanya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article