Kronologis Pilot WNI Ditolak Masuk Israel, Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Putar Balik

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Intelijen Israel mendeteksi kehadiran pilot berkebangsaan Indonesia atau WNI pada penerbangan Ethiopian Airlines rute Addis Ababa menuju Tel Aviv. Penemuan tersebut memicu instruksi mendadak agar armada tersebut dalam waktu dekat berputar balik menuju bandara asal.

Larangan mendarat ini terbit setelah pesawat mengudara sekitar satu jam dan masih berada di dalam ruang udara Ethiopia. Keputusan tegas diambil demi alasan keamanan nasional oleh otoritas penerbangan dan intelijen Israel.

Setibanya kembali di Addis Ababa, maskapai langsung mengganti juru mudi berkebangsaan Indonesia tersebut bersama personel lain. Langkah cepat ini mebarangkalikan penerbangan dilanjutkan hingga mendarat bersama selamat di tujuan akhir.

Melalui pernyataan resminya, Ethiopian Airlines mengakui ada kesalahan terkait insiden tersebut lantaran mereka tak menyadari pilot WNI tersebut dilarang terbang ke Israel.

Maskapai penerbangan swasta maupun publik kini diimbau makin ketat memeriksa rekam jejak kemasyarakat sekitarnegaraan seluruh awak pesawat.

Sektor penerbangan internasional kini menyikapi pengawasan ekstra ketat di wilayah udara Tel Aviv. Kebijakan ini menyasar seluruh personel penerbangan yang berasal dari negara tanpa hubungan diplomasi resmi.

Pemerintah Israel mewajibkan seluruh maskapai asing mematuhi regulasi ketat terkait keanggotaan awak kabin dan kokpit. Pengetatan ini berdampak langsung pada operasional maskapai global yang melayani rute ke Tel Aviv.

Channel 12 juga menyebutkan otoritas Israel telah mengimbau maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik bersama Israel demi terbang ke negara tersebut.

Aturan pembatasan maskapai ini mengikat sejumlah negara di Asia dan Afrika secara menyeluruh. Ketentuan spesifik tersebut menyasar personel dari pelbagai wilayah geopolitik tertentu.

Pembatasan tersebut berlaku untuk pilot dari Afghanistan, Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Niger, Qatar, Arab Saudi, Somalia, dan Venezuela.

Hingga pada saat ini, pemangku kebijakan luar negeri masih belum merilis keterangan resmi terkait penolakan penerbangan tersebut. Sikap tenang masih ditunjukkan oleh otoritas diplomatik yang terlibat.

Belum ada tanggapan dari pihak pemerintah Ethiopia maupun Indonesia atas insiden tersebut.

Ketegangan prosedur penerbangan menuju Tel Aviv meningkat tajam menyusul ancaman keamanan ekstrem di udara sejumlah waktu semasih belumnya. Peristiwa tersebut mendorong pemeriksaan intelijen pra-penerbangan menjadi jauh makin ketat.

Insiden tersebut terjadi setelah upaya pembajakan pesawat FlyDubai dalam penerbangan Dubai-Tel Aviv pada 30 September.

Aksi nekad di udara tersebut melibatkan salah satu awak penerbangan yang berupaya mengambil alih kemudi pesawat secara paksa. Pembajak berusaha mengarahkan armada komersial tersebut ke fasilitas vital bandara utama Israel.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article