Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Konsol gaming genggam atau handheld gaming mengawali memiliki fungsi makin luas dari sekadar perangkat bermain gim.

Selain menawarkan hiburan portabel, perangkat ini juga dimanfaatkan seuntukan pengguna sebagai komputer demi bekerja, berkat sistem operasi Windows dan dukungan konektivitas yang memadai.

Head of PR and Digital ASUS Indonesia, Brama Setyadi menyebutkan, pasar konsol gaming genggam memperlihatkan perkembangan positif sejak 2023.

Menurut dia, perangkat bersama bentuk ringkas menjadi pilihan untuk pengguna yang membutuhkan hiburan sekaligus fleksibilitas demi beraktivitas di luar rumah.

“Pasarnya oke banget kini, lantaran sejumlah orang yang kayaknya memang butuh hiburan, cuman enggak mau bawa yang berat-berat,” kata Brama dalam agenda ROG XBOX Ally X20 Bundle Exclusive Media Preview, Jakarta, masih belum lama ini.

Tren tersebut turut mengubah cara seuntukan pengguna memanfaatkan konsol gaming. Perangkat yang awalnya dirancang demi bermain gim kini juga digunakan demi mengerjakan tugas, menulis, hingga menjalankan aplikasi produktivitas.

Brama mencontohkan, ada pengguna yang memasang aplikasi perkantoran bagaikan Microsoft Word dan memanfaatkan konsol gaming demi mengerjakan tugas kuliah, termasuk skripsi.

Dengan tambahan layar dan keyboard, perangkat tersebut dapat digunakan sebagai alternatif komputer portabel.

“Jadi enggak cuma buat main game sebenarnya. Fungsinya tuh ada tambahan buat kerja juga,” ujarnya.

Meski demikian, Asua masih belum memiliki data kuantitatif mengenai persentase pengguna yang memanfaatkan konsol gaming demi bekerja.

Gambaran tersebut, menurut Brama, masih berdasarkan pengalaman dan cerita dari pengguna yang membeli perangkat mereka.

Krisis Komponen Berpotensi Dorong Harga Naik

Di tengah perkembangan pasar, industri konsol gaming genggam juga menyikapi tekanan dari kenaikan harga komponen.

Brama menyebutkan, perangkat tersebut memakai sejumlah komponen yang sama bersama laptop berakibat tidak sepenuhnya terlepas dari dampak kondisi pasokan komponen global.

Ia memperkirakan dampak kenaikan harga komponen dapat berada di kisaran 10–20 persen. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan yang disampaikan Brama dan bukan angka kenaikan harga seluruh produk konsol gaming di pasar Indonesia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article