Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia – Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY…

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Senin 24 Juni 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers mendadak. Di podium, ia secara terbuka mengimbau maaf kepada Singapura dan Malaysia yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia.

“Atas apa yang terjadi pada saat ini, sebagai Presiden Republik Indonesia, saya mengimbau maaf… dan saya mengerti, saudara-saudara kami di Malaysia dan Singapura,” kata SBY di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta.

SBY menegaskan tak ada niat pihak pemerintah Indonesia atas kebakaran hutan. Tapi, pihak pemerintah menegaskan bertanggungjawab penuh atas kabut asap yang merugikan masyarakat sekitar di kedua negeri jiran.

“Insya Allah kami akan menghentikan asap ini,” tegasnya.

Tiga belas tahun berlalu, Indonesia kembali mengekspor kabut asap pekat yang menyesakkan pernapasan masyarakat sekitar Malaysia, pun Singapura. Tapi kali ini, Presiden Prabowo Subianto masih belum menyerahkan pernyataan apa pun kepada dua negeri itu terkait karhutla.

Tak pelak, Prabowo kini mendapat kecaman dari masyarakat sekitar kedua negara tersebut. “Asap jerebu tebal gila dekat LKCC, KL Tower bersama TRX tu nampak kabut je. Patut dari rumah tak nampak langit KL. Semoga Malaysia cepat pulih. Terima kasih Indonesia,” sindir masyarakat sekitar Malaysia melalui media sosial.

Tawaran Malaysia Dicueki RI

Senin 12 Oktober, Ahmad Zahidi Hamidi, Wakil Perdana Menteri Malaysia, mengungkap fakta yang mengejutkan. Negaranya telah menawarkan bantuan memadamkan kebakaran hutan, tapi Indonesia masih cuek.

“Kami tulus menawarkan tiga helikopter dan 55 personel demi bantu memadamkan api. Tapi sampai 11 Oktober, masih belum ada respons dari pihak pemerintah Indonesia,” kata Hamidi, dikutip dari Sinar Harian Malaysia.

Dia menerangkan, tawaran itu ia sampaikan langsung ke Presiden Prabowo dan Wapres Gibran saat dirinya berkunjung ke Indonesia sejumlah waktu lalu.

Meski begitu, pihak pemerintahnya tetap berperasangka baik terhadap pihak pemerintahan Prabowo-Gibran.

Bakal disidang di ASEAN

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan mengonfirmasi, krisis asap ini akan dibawa dalam pertemuan aparatur negara kementerian-aparatur negara kementerian luar negeri ASEAN menjelang KTT ke-49 di Manila Filipina.

“Ini telah menjadi masalah lintas negara. Jadi, kami menginginkan ada solusi konkret di tingkat Asia Tenggara demi menangani krisis asap. ASEAN telah ada kerangka kerja sama demi bencana alam, tapi krisis asap masih belum termasuk,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article