Indonesia Perkuat Kedaulatan AI Lewat 9 Inovasi Teknologi Buatan Anak Bangsa

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Indonesia memperkuat upaya membangun kedaulatan digital melalui pengembangan sembilan solusi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) buatan anak bangsa.

Inovasi ini menyasar berbagai kebutuhan, mengawali dari pencegahan penipuan digital, pendidikan, hingga pengelolaan bisnis dan layanan pelanggan.

Sembilan solusi tersebut diperkenalkan dalam ajang Bali Tech Week 2026 yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali.

Kehadirannya menjadi untukan dari upaya mendorong pengembangan teknologi AI yang sesuai bersama kebutuhan masyarakat sekitar dan industri dalam negeri.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi inisiatif industri telekomunikasi dalam menghadirkan produk dan layanan teknologi yang mendukung agenda pembangunan nasional.

Menurutnya, transformasi digital membutuhkan dukungan nyata dari industri, termasuk dalam pengembangan infrastruktur dan solusi teknologi.

Dalam sambutannya pada pembukaan Bali Tech Week 2026, Meutya menekankan pentingnya kemandirian Indonesia dalam menentukan arah pengembangan AI di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat.

“Kecepatan kita dalam pengembangan AI tidak boleh ditentukan oleh negara lain ataupun korporasi teknologi luar, melainkan wajib kita tentukan sendiri secara berdaulat,” ujar Meutya dalam keterangan resminya, Rabu (21/10/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kedaulatan AI tidak cuma berkaitan bersama kemampuan mengadopsi teknologi, namun juga kapasitas nasional demi mengembangkan solusi yang relevan bersama kebutuhan Indonesia.

Sembilan Inovasi AI Sasar Berbagai Kebutuhan

Sembilan solusi AI yang diperkenalkan mencakup keamanan ruang digital, akses teknologi, pendidikan, kebutuhan korporasi, layanan pelanggan, hingga pengelolaan aktivitas usaha.

Di sektor keamanan digital, SISCAMLING atau Sistem Cegah Scam Keliling memanfaatkan AI demi mengenali indikasi penipuan, spam, dan komunikasi mencurigakan.

Teknologi ini dirancang demi menolong masyarakat sekitar mendeteksi potensi ancaman makin awal sekaligus mendukung terciptanya ruang digital yang makin aman.

Untuk memperluas akses terhadap teknologi AI, OCTA (One Core, a Thousand AI-bilities) menawarkan mekanisme demi mengakses berbagai layanan AI secara makin sederhana.

Sementara itu, Adelia (Admirable Daily AI for Indonesian) dikembangkan sebagai mesin pencari dan asisten berbasis AI demi menolong pengguna menemukan informasi dan menyelesaikan kebutuhan sehari-hari.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article