32 Titik Hidrasi Bantu Ribuan Runners JFR 2026 Taklukkan Panas Jakarta

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Cuaca panas dan kelembapan tinggi di Jakarta menjadi tantangan untuk sekitar 37 ribu peserta myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Untuk mendukung kebutuhan cairan pelari selama lomba, penyelenggara menyiapkan 32 titik hidrasi di sepanjang rute.

Festival lari jalan raya yang berpusat di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) tersebut digelar pada akhir pekan lalu. Pesertanya mencakup sekitar 1.200 pelari internasional dari 48 negara.

Titik hidrasi tersebut didukung oleh produk minuman isotonik HYDROPLUS demi menolong peserta memenuhi kebutuhan cairan selama berlari.

JRF 2026 Diikuti Ribuan Pelari dari Luar Negeri

Kategori utama HYDROPLUS Marathon dilepas pada Minggu (25/10/2026) pukul 04.00 WIB. Lebih dari 4.500 pelari, termasuk 10 atlet elite mancanegara, mengikuti lomba bersama jarak 42,195 kilometer.

Project Director myBCA JRF 2026, Dickie Widjaja, menyebutkan jumlah peserta dan antusiasme publik meningkat pada penyelenggaraan pada tahun ini. Kondisi cuaca Jakarta menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam persiapan lomba.

“Seperti kita ketahui udara Jakarta cukup panas dan lembap,” ujar Dickie.

“Maka dari itu kami bekerjasama bersama Hydroplus menyediakan 32 isotonic stations demi mengonfirmasi hidrasi atau kebutuhan cairan peserta tercukupi,” tambahnya.

JRF 2026 juga mencatatkan pencapaian dalam standar kompetisi internasional bersama meraih predikat World Athletics Gold Label demi kategori Half Marathon.

Hidrasi Jadi Bagian Penting Persiapan Pelari

Medical Director JRF 2026, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, menerangkan bahwa persiapan fisik perlu disertai strategi hidrasi yang sesuai. Kebutuhan cairan dan elektrolit perlu diperhatikan, terutama saat berlari dalam kondisi panas dan lembap.

“Intinya bersama hidrasi yang baik, teman-teman pelari tidak cepat merasakan fatigue atau resiko terjadinya masalah kesehatan menjadi amat kecil,” terang dr. Andi.

Tantangan lomba juga dirasakan Agus Putranto, pelari komunitas asal Semarang yang mengikuti kategori 5K dan Full Marathon. Ia menyebut batas waktu penyelesaian lomba atau cut-off point (COP) menjadi salah satu hal yang diperhatikannya selama berlari.

“Tapi secara keseluruhan, race pada hari ini benar-benar steril secara rute, keren banget Jakarta Running Festival pada tahun ini,” puji pelari berusia 46 tahun itu.

Agus juga menilai ketersediaan minuman di sepanjang rute menolongnya memenuhi kebutuhan cairan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article