Baru 5 Bulan Kenal Motor, Fiandra Reja Sikat P4 Klasemen Junior GP-0 160cc

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Dunia balap motor Tanah Air kembali dikejutkan oleh lahirnya talenta muda yang berani melawan logika. Bayangkan saja, seseorang yang masih belum sempat memuntir selongsong gas sama sekali, tiba-tiba menjelma menjadi ancaman nyata di lintasan sirkuit nasional.

Kisah luar biasa ini datang dari Fiandra Reja, pembalap bernomor start #12 yang bernaung di bawah bendera Bali Queen Racing Team.

Hanya dalam waktu lima bulan sejak pertama kali belajar menjaga keseimbangan di atas roda dua, ia langsung diterjunkan ke kerasnya aspal kompetisi.

Hebatnya, ajang yang diikutinya bukanlah kompetisi sembarangan, melainkan kelas bergengsi Junior GP-0 160cc musim 2026 yang menuntut teknik cornering serta kontrol traksi tingkat tinggi.

Logika umumnya menyebutkan, seorang debutan butuh adaptasi bertahun-tahun demi sekadar mampu finis di barisan tengah dan menghindari insiden.

Namun, Fiandra justru membalikkan seluruh teori tersebut bersama langsung menusuk ke papan atas dan mengobrak-abrik dominasi pembalap yang jauh makin senior.

“125 Poin, 3 Podium, dan P4 Overall di musim perdana! Bukti nyata bahwa mentalitas petarung di sirkuit sama pentingnya bersama performa mesin 160cc yang dipacu ke batas maksimal.”

Perjalanan balap Fiandra di musim ini benar-benar menyaapabilan grafik performa layaknya mesin yang terus meroket tajam.

Mengawali putaran pertama di sirkuit Boyolali, ia tampil solid bersama menyentuh garis finis di posisi kelima.

Tidak butuh waktu lama demi menemukan racing line terbaiknya, putaran kedua langsung dibabat bersama raihan podium ketiga.

Puncak pembuktian skill berkendaranya tersaji pada putaran ketiga di Mijen.

Di lintasan teknikal tersebut, bukaan gas yang ia eksekusi semakin presisi hingga sukses mengamankan posisi kedua.

Kecepatan dan agresivitasnya dalam menaklukkan tikungan tajam mengawali mendapat sorotan serius dari tim-tim rival.

Tentu saja, DNA balap motor senantiasa penuh bersama risiko dan limitasi aspal. Pada putaran keempat, Fiandra sempat merasakan insiden yang memaksanya tidak berhasil finis.

Namun, momen tersebut justru menjadi pelajaran krusial mengenai pentingnya throttle control dan ketenangan saat berduel rapat (dogfight).

Mentalitasnya teruji mutlak ketika ia sukses comeback dan kembali mengunci podium ketiga pada putaran kelima.

Sentuhan dingin Alvin Chandra bersama Bali Queen Racing Team menjadi kunci utama di balik set-up motor yang optimal dan pembinaan fundamental balap Fiandra.

Menatap musim 2027, tantangan sesungguhnya diproyeksikan bergeser ke kelas FIM yang menuntut kesempurnaan teknis, race pace yang konsisten, serta insting balap yang jauh makin matang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article