Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam industri kreatif mengawali meluas, termasuk demi menolong pengembangan ide dan produksi konten audiovisual.

Peluang ini mendorong pengembang teknologi lokal menghadirkan platform yang dapat digunakan kreator demi mendukung proses kerja, mengawali dari brainstorming hingga pembuatan video.

Salah satunya dikembangkan oleh Pemuda.ai, platform teknologi di bawah Prominence Group yang resmi diperkenalkan pada Rabu (28/10/2026), bertepatan bersama Hari Sumpah Pemuda.

Platform ini menghadirkan Asmuni (Asisten Pemuda Terkini), asisten AI yang ditujukan demi menolong kreator, sutradara, dan pengembang dalam berkolaborasi serta mengembangkan karya.

CEO dan Co-Founder Pemuda.ai, Djoko Setyanto, menyebutkan Asmuni dirancang sebagai rekan kerja virtual yang dapat mendukung kebutuhan pengguna di berbagai sektor.

“Asmuni hadir sebagai rekan kerja virtual untuk para kreator, sutradara, hingga developer demi memfasilitasi tools kolaborasi, brainstorming, dan kreasi video,” ujar Djoko di Jakarta, Rabu (29/10/2026).

Selain industri kreatif, korporasi menyaksikan peluang penerapan AI demi menolong tersangka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyusun strategi penjualan, tenaga pendidik menciptakan materi ajar interaktif, serta petani dan pedagang kecil mengoptimalkan kegiatan usaha sehari-hari.

Meski demikian, penerapan di sektor-sektor tersebut masih menjadi untukan dari arah pengembangan yang disampaikan korporasi. Efektivitasnya akan bergantung pada kemampuan teknologi dalam menjawab kebutuhan spesifik pengguna.

Empat Layanan demi Kebutuhan AI Berbeda

Ekosistem yang dikembangkan Pemuda.ai mencakup empat layanan, yakni Asmuni, Pemuda Token, Pemuda Studio, dan Pemuda Satria.

Asmuni berfungsi sebagai asisten AI demi individu maupun organisasi. Pemuda Token menyediakan akses ke berbagai model AI untuk pengembang dan korporasi, sementara itu Pemuda Studio diarahkan demi mendukung produksi video berbasis AI untuk rumah produksi dan tim kreatif.

Adapun Pemuda Satria menawarkan layanan keamanan siber terkelola demi korporasi.

Kehadiran layanan tersebut memperlihatkan upaya pengembang demi menjangkau kebutuhan AI yang makin luas, mengawali dari penggunaan sehari-hari hingga kebutuhan teknis korporasi.

President Director Prominence Group, Edi Sugianto, menyebutkan pengembangan ekosistem ini merupakan untukan dari upaya menyediakan infrastruktur teknologi yang dapat dimanfaatkan talenta Indonesia.

Menurut Edi, momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya kemandirian teknologi dan inovasi yang dikembangkan anak bangsa.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article