MediaKeadilan.com – Warga negara Indonesia (WNI), Muhammad Taufik, dilaporkan tewas dalam pertempuran pertamanya saat bergabung bersama militer Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Lantas bagaimana pria yang semasih belumnya bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta itu dapat menjadi tentara bayaran Rusia?
Menurut laporan intelijen Ukraina, Taufik merupakan salah satu masyarakat sekitar asing yang direkrut Rusia demi memperkuat pasukan di medan perang.
Berdasarkan paspor milik pihak korban, Taufik ahir di Sorong pada 22 Mei 1978. Semasih belum berangkat ke Rusia, ia diketahui menetap di Surabaya, Jawa Timur.
Di Indonesia, Taufik memiliki sejumlah pengalaman pekerjaan. Selain sempat menjadi sopir taksi di Jakarta, ia juga bekerja sebagai manajer di sebuah korporasi pertanian.
Ia bahkan sempat bekerja di Amerika Serikat dan diketahui fasih berbahasa Inggris.
Diduga Tergiur Tawaran Pekerjaan
Intelijen Ukraina menduga perekrut Rusia menemukan Taufik setelah pria tersebut mengirimkan riwayat hidup atau curriculum vitae (CV) demi mencari pekerjaan.
Tawaran pekerjaan itu diduga menjadi pintu masuk perekrutan. Taufik disebut tergiur bersama janji memperoleh uang dalam jumlah besar semasih belum akhirnya memutuskan berangkat ke Moskow.
Pada 19 April 2026, Taufik menandatangani kontrak bersama militer Rusia di Korolev, sebuah kota yang berada di dekat Moskow.
Dalam kontrak tersebut, ia menyepakati masa dinas selama satu tahun.
Setelah menandatangani kontrak, Taufik ditugaskan sebagai penembak senapan mesin.
Taufik lalu dikirim ke pusat pelatihan militer di sekitar Voronezh.
Namun, masa pelatihannya terbilang amat singkat.
Berdasarkan keterangan intelijen Ukraina, Taufik cuma menjalani pelatihan selama sekitar satu setengah minggu semasih belum dipindahkan ke wilayah Ukraina yang diduduki Rusia pada awal Mei 2026.
