Banyak Kritik, Google Matikan Gemini AI untuk Akun Pelajar SD Sampai SMA

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Google akhirnya memutuskan demi menonaktifkan fitur kecerdasan buatan atau AI pada akun pelajar K-12 secara otomatis demi merespons perdebatan panjang dunia pendidikan. Kebijakan anyar ini diambil menyusul kritik tajam terkait dominasi teknologi raksasa tersebut di lingkungan ruang kelas Amerika Serikat.

Perubahan sistem ini diumumkan melalui sebuah unggahan blog resmi pada hari Selasa lalu. Seluruh perangkat siswa bagaikan Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Search akan mati secara otomatis sampai pihak sekolah mengaktifkannya secara manual.

Raksasa teknologi ini mengonfirmasi bahwa pembaruan kontrol tersebut akan diterapkan secara global ke seluruh dunia. Amerika Serikat akan menjadi wilayah pertama yang menyambut baik guliran kebijakan baru ini meski jadwal tentunya masih belum dirilis.

Konsekuensi dari kebijakan tersebut merupakan sekolah tidak dapat lagi menyerahkan akses mesin pencari Google tanpa menyertakan fitur AI di dalamnya. Integrasi sistem yang amat erat menciptakan pencarian informasi konvensional ikut terdampak langsung.

Chris Phillips selaku Wakil Presiden Pendidikan Google membeberkan bahwa Search dan AI kini telah terintegrasi amat dalam. Apabila sebuah sekolah melarang penggunaan kecerdasan buatan, maka para siswa tidak akan memiliki akses pencarian sama sekali.

Siswa cuma akan menyaksikan sebuah pesan khusus dari pihak sekolah yang menegaskan bahwa layanan tersebut sedang tidak tersedia. Kebijakan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak yang menyoroti dominasi pasar teknologi pendidikan.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, sempat melayangkan tudingan tajam melalui platform X. Ia menyebut korporasi teknologi itu sedang berupaya memakai kekuatan monopoli demi memaksa masuknya teknologi AI ke sekolah negeri.

“Tidak ada korporasi yang boleh memiliki kekuatan demi mendikte cara kita mengajar kalangan anak kita,” tulisnya, dikutip dari Al Arabiya.

Kritik serupa juga datang dari para senator federal yang mempertanyakan kebijakan pengaktifan otomatis tersebut.

Lebih dari 150 juta pelajar di seluruh dunia diketahui memakai platform Google Classroom dalam kegiatan belajar sehari-hari. Senator Richard Blumenthal dan Josh Hawley sempat mengirim surat protes resmi kepada korporasi terkait masalah default AI ini.

Fitur chatbot Gemini semasih belumnya memang sengaja dibuka demi seluruh usia siswa di dalam Classroom sejak bulan Agustus lalu. Sistem tersebut bahkan menyediakan berbagai macam draf bantuan belajar secara instan dari materi kursus siswa.

Kota New York dan Los Angeles langsung bergerak cepat bersama membatasi akses perangkat AI di sekolah pada bulan September. Distrik Sekolah Bersatu Los Angeles menegaskan masih meninjau pengumuman terbaru beserta implikasinya untuk dunia pendidikan.

Pihak distrik menilai teknologi cerdas dapat menolong proses belajar apabila diperkenalkan secara hati-hati dan transparan. Teknologi wajib berfungsi demi mendukung guru alih-alih menggantikan peran penting mereka di dalam kelas.

Dinas Pendidikan Publik Kota New York atau NYCPS juga mengimbau penjelasan makin mendalam kepada pihak Google mengenai kebijakan tersebut. Mereka bahkan mengimbau Google agar mematikan fitur ringkasan AI dalam hasil pencarian siswa.

Google melalui pernyataan resminya di media sosial X bersikeras bahwa pembaruan sistem ini justru menyerahkan makin sejumlah pilihan untuk sekolah. Perusahaan mengakui adanya kekhawatiran besar tentang penggunaan AI demi jalan pintas tugas sekolah.

“Kami tahu ada kekhawatiran tentang siswa memakai AI demi jalan pintas tugas sekolah, dan sekolah telah memberi tahu kami bahwa mereka ingin kontrol,” tulis pihak Google.

Peralihan kebijakan ini mencerminkan ketegangan antara ekspansi teknologi cepat dan kehati-hatian institusi pendidikan global. Sekolah-sekolah kini memegang kendali penuh demi menentukan batasan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam ruang kelas modern.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article