Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo Pakai Alat Buatan Israel? Begini Cara Kerja Pegasus

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang diduga dilakukan eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah petinggi Polri menciptakan publik penasaran alat apa yang mereka gunakan demi memata-matai orang nomor 1 di Indonesia tersebut.

Terkuaknya kasus penyadapan Prabowo ini memiliki kaitan bersama investigasi panjang MediaKeadilan.com bersama konsorsium IndonesiaLeaks sekitar tiga tahun silam.

Investigasi tersebut menelusuri perburuan perangkat spionase mutakhir kelas militer asal Israel, Pegasus.

Pegasus, perangkat lunak mata-mata (spyware) buatan korporasi teknologi Israel NSO Group, memiliki kemampuan menyusup ke telepon seluler tanpa wajib diketahui pemiliknya.

Teknologi ini bahkan dapat mengakses pesan pribadi, mengaktifkan kamera dan mikrofon, hingga melacak lokasi seseorang dari jarak jauh.

Kemampuan tersebut menciptakan Pegasus berbeda dari metode penyadapan konvensional.

Perangkat ini dirancang demi mengambil alih akses ke ponsel target melalui celah keamanan sistem operasi, termasuk teknik peretasan yang dikenal sebagai zero-click exploit.

Menurut penjelasan The Times of Israel, Pegasus merupakan salah satu produk unggulan NSO Group yang dikembangkan demi kebutuhan pengawasan oleh lembaga pihak pemerintah.

Bisa Sadap Ponsel Tanpa Korban Mengeklik Tautan

Salah satu kemampuan Pegasus yang teramat sejumlah mendapat perhatian merupakan teknologi zero-click.

Melalui metode ini, perangkat lunak mata-mata dapat menyusup ke ponsel tanpa mengwajibkan pemiliknya mengeklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membuka lampiran mencurigakan.

Serangan tersebut memanfaatkan celah keamanan pada sistem operasi maupun aplikasi yang terpasang di perangkat.

Dalam kondisi tertentu, celah itu mebarangkalikan penyerang menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh.

Metode ini menciptakan serangan makin sulit dikenali lantaran pihak korban tidak senantiasa menjalankan tindakan yang dapat memicu infeksi.

Bahkan, pemilik ponsel dapat saja tidak menyadari bahwa perangkatnya telah menjadi sasaran peretasan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article