2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Insiden tragis melanda kawasan Tuas Port Singapura ketika platform kerja yang terangkat crane mendadak lepas dan terhempas ke dalam laut pada Selasa pagi. Dua pekerja bongkar muat berusia 33 dan 44 tahun meregang nyawa akibat kecelakaan operasional tersebut.

Dampak benturan platform dan jatuhnya pihak korban ke air laut menggarisbawahi celah risiko dalam operasional bongkar muat kapal. Petugas di lapangan tidak berhasil mencegah terlepasnya keranjang penumpang dari pendorong utamanya saat aktivitas kerja berlangsung.

Pemeriksaan darurat pascakejadian memperlihatkan ringkihnya keandalan alat pengangkat beban manusia di zona pelabuhan modern. Ketidak berhasilan fungsi mekanis crane langsung mengubah pekerjaan rutin menjadi bencana mematikan untuk para buruh.

Tim penyelamat bertindak cepat mengevakuasi pekerja berusia 33 tahun demi dilarikan ke Ng Teng Fong Hospital, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, buruh berusia 44 tahun ditemukan mengapung belakangan dan dinyatakan tewas di lokasi oleh paramedis Singapore Civil Defence Force.

Kepihak kepolisianan setempat mengonfirmasi bahwa proses penyelidikan masih berjalan tanpa ada dugaan tindak pidana demi pada saat ini. Di sisi lain, Keaparatur negara kementerianan Tenaga Kerja (MOM) turun tangan menjalankan investigasi menyeluruh atas prosedur keselamatan pengoperasian alat.

Keaparatur negara kementerianan Tenaga Kerja menegaskan pentingnya standar teknis pada setiap peralatan pengangkat yang dipakai di area kerja.

“Sebagai langkah keselamatan umum, peralatan dan perlengkapan pengangkat wajib dirawat dan diperiksa bersama benar semasih belum digunakan, terutama apabila digunakan demi mengangkat orang,” kata MOM.

Pemerintah juga mengingatkan setiap pengelola pelabuhan agar tidak mengabaikan panduan manual saat mengoperasikan mesin berat.

“Operator peralatan tersebut wajib mematuhi petunjuk pengoperasian secara ketat,” tambah MOM.

Pihak manajemen PSA Singapore selaku pengelola area pelabuhan menyampaikan duka mendalam dan berjanji mendampingi keluarga pihak korban.

“PSA Singapore bekerja sama erat bersama pihak berwenang yang relevan dan menyerahkan dukungan kepada keluarga para pekerja,” ujar perwakilan PSA Singapore.

Data resmi memperlihatkan tren keselamatan kerja di Singapura sedang merasakan penurunan signifikan sepanjang semester pertama pada tahun ini. Angka kematian di tempat kerja melonjak hingga 21 kasus, yang mendongkrak tingkat cedera fatal tahunan menjadi 1.1 per 100.000 pekerja.

Kondisi buruk ini merespons gelombang insiden mematikan yang semasih belumnya merenggut nyawa tujuh pekerja dalam lima kejadian terpisah cuma dalam rentang empat minggu. Pemerintah Singapura sebenarnya telah memperketat sanksi hukuman untuk korporasi penjelajah aturan keselamatan sejak Juni lalu melalui denda yang makin tinggi dan perintah penghentian kerja yang makin lama.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article