3 Tentara Luka Parah Kena Ledakan Ranjau di Zona Demiliterisasi Korea

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Insiden ledakan diduga ranjau darat di dalam kawasan Zona Demiliterisasi (DMZ) mengakibatkan 3 orang terluka, termasuk prajurit Angkatan Darat Korea Selatan.

Ketiga pihak korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Bersenjata demi memperoleh perawatan medis intensif pasca-kejadian.

Peristiwa ini menjadi penegas bahaya laten di kawasan perbatasan yang dipenuhi ratusan ribu material peledak aktif hasil akumulasi konflik bertahun-tahun.

Seorang aparatur negara militer mengonfirmasi peristiwa fatal yang menimpa anggotanya saat bertugas di lapangan.

“Seorang prajurit merasakan luka parah saat operasi di DMZ yang melibatkan Divisi Infanteri ke-25,” ujar aparatur negara militer tersebut, dikutip dari Anadolu.

Penyelidikan mendalam masih berjalan demi mengonfirmasinya asal-usul ranjau yang memicu ledakan tersebut.

Pihak berwenang masih belum dapat memverifikasi apakah ranjau tersebut ditanam oleh pasukan Korea Utara atau milik militer Korea Selatan sendiri.

Estimasi data militer mencatat sekitar 800.000 ranjau terkubur di sekitar wilayah perbatasan kedua negara tersebut.

Seuntukan besar peledak tersisa dari masa Perang Korea, meski aktivitas penanaman ranjau baru terus berlanjut dalam sejumlah tahun terakhir.

Langkah pengamanan ketat terus diterapkan guna mencegah munculnya insiden serupa pada masa mendatang.

Eskalasi penanaman ranjau baru di garis batas wilayah diketahui merasakan peningkatan drastis sepanjang kurun waktu 2024.

Aktivitas militer intensif berlangsung setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menetapkan Korea Selatan sebagai musuh utama negaranya.

Tentara Pyongyang menghabiskan waktu berbulan-bulan demi menanam ranjau serta membangun barikade anti-tank di sepanjang garis perbatasan.

Upaya tersebut dilakukan secara masif dalam rangka menyegel perbatasan kedua negara secara permanen.

Kondisi ini semakin mempertinggi risiko keselamatan untuk personel militer yang berpatroli di area netral tersebut.

Wilayah DMZ sendiri terbentuk sebagai zona penyangga sejak semenanjung itu terpisah pasca-Perang Korea tahun 1950 hingga 1953.

Konflik masa lalu yang diakhiri bersama gencatan senjata tersebut menjadikan DMZ sebagai salah satu tempat teramat padat ranjau di dunia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article