335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Menteri Besar Johor, Onn Hafiz Ghazi, mendesak ASEAN menggelar pertemuan darurat demi menangani krisis kabut asap lintas batas yang berdampak pada Malaysia.

Hafiz Ghazi menilai persoalan tersebut membutuhkan kerja sama regional agar pencemaran udara tidak semakin mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Desakan itu disampaikan setelah Onn Hafiz bertemu bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, demi membahas memburuknya kondisi kabut asap di wilayah Johor, Malaysia.

Menurut Onn Hafiz, pencemaran udara lintas negara tidak sewajibnya menjadi alasan untuk pihak-pihak terkait demi saling menyalahkan.

Sebaliknya, negara-negara di kawasan perlu memperkuat koordinasi demi mengatasi persoalan tersebut secara bersama-sama.

“Apabila pencemaran udara melintasi perbatasan dan berdampak pada negara tetangga, termasuk Malaysia, tentu persoalan ini membutuhkan kerja sama regional yang makin erat demi kepentingan bersama,” kata Onn Hafiz dikutip dari media Malaysia, Sinar Harian.

Ia juga mengimbau ASEAN mengambil peran makin aktif melalui pertemuan darurat demi menyusun langkah penanganan yang terkoordinasi.

“ASEAN perlu memainkan peran makin aktif bersama mengadakan pertemuan darurat agar krisis kabut asap dapat ditangani secara kolektif,” ujarnya.

Dampak kabut asap di Johor turut mengganggu kegiatan pendidikan. Sesejumlah 335 institusi pendidikan di Distrik Batu Pahat dilaporkan diperintahkan tutup setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 203 pada pukul 20.00 waktu setempat, Selasa (6/10/2026).

Penutupan tersebut dilakukan berdasarkan Pelan Tindakan Kabut Asap Kebangsaan Malaysia, bersama mempertimbangkan pedoman serta ketentuan otoritas terkait.

Kebijakan ini diambil demi mengurangi risiko paparan pencemaran udara terhadap siswa dan tenaga pendidikan.

Angka ISPU 203 masuk kategori amat tidak sehat dalam skala yang digunakan Malaysia.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kualitas udara telah mencapai tingkat yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.

Onn Hafiz menyebutkan negara-negara ASEAN yang memiliki keahlian, peralatan, dan sumber daya penanganan bencana dapat menolong sesuai kebutuhan.

Dukungan itu, menurutnya, perlu dilakukan melalui koordinasi dan kesepakatan bersama.

“Cara tersebut diyakini dapat mempercepat upaya pencegahan, pemantauan, dan penanganan kabut asap demi mengonfirmasi kesejahteraan masyarakat sekitar di seluruh kawasan,” kata Onn Hafiz.

Ia menginginkan usulan pertemuan darurat tersebut mendapat pertimbangan dari para pemimpin negara anggota ASEAN.

Langkah bersama dinilai penting demi mempercepat pemulihan kualitas udara dan melindungi masyarakat sekitar yang terdampak.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article