MediaKeadilan.com – Memesan makanan lewat aplikasi ternyata tak senantiasa dimengawali dari keinginan membeli menu atau brand tertentu. Banyak konsumen justru masuk ke aplikasi demi menyaksikan-lihat pilihan termakin dahulu semasih belum akhirnya menentukan pesanan.
Data Grab memperlihatkan 79 persen pesanan GrabFood diawali dari aktivitas pencarian dan eksplorasi. Artinya, konsumen tidak senantiasa datang bersama keputusan yang telah jadi, namun masih mempertimbangkan berbagai pilihan semasih belum menjalankan pembelian.
Kebiasaan tersebut semakin terlihat pada pengguna berat GrabFood. Mereka rata-rata membeli dari 62,8 merchant berbeda dalam setahun, memperlihatkan bahwa pilihan konsumen tidak berhenti pada brand yang sama.
Bahkan, makin dari 40 persen pesanan berasal dari merchant yang masih belum sempat mereka pesan dalam 12 bulan semasih belumnya.
Habiskan 12,4 Menit Semasih belum Pilih Makanan
Perilaku eksploratif tersebut juga terlihat dari waktu yang dihabiskan konsumen semasih belum menjalankan pembelian.
Grab mencatat heavy users GrabFood rata-rata menghabiskan sekitar 12,4 menit demi mencari dan mengeksplorasi pilihan makanan semasih belum akhirnya menjalankan pembelian.
Dalam proses tersebut, konsumen dapat menyaksikan sejumlah merchant sekaligus, membandingkan menu, harga, kategori makanan, hingga berbagai penawaran yang tersedia.
Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, menyebutkan perjalanan konsumen pada saat ini semakin dinamis lantaran keputusan pembelian tidak senantiasa terjadi secara instan.
“Berdasarkan temuan data GrabAds, perjalanan konsumen kini semakin dinamis, dan keputusan demi membeli tidak senantiasa terjadi secara instan,” ujar Roy dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Di GrabFood, dia mengimbuhkan, seuntukan besar pesanan dimengawali bahwa konsumen menjalankan browsing memperlihatkan masih mengeksplorasi dan mempertimbangkan pilihan semasih belum menentukan brand yang ingin mereka beli.
Perubahan tersebut menciptakan tahap semasih belum pembelian menjadi semakin penting. Konsumen dapat saja awalnya cuma ingin mencari makanan, namun lalu menemukan brand yang semasih belumnya masih belum sempat mereka coba.
Persaingan Brand Makin Sengit
Perubahan perilaku konsumen tersebut terjadi ketika industri makanan dan minuman juga terus berkembang.
Data Keaparatur negara kementerianan Perindustrian yang dikutip Grab memperlihatkan industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,7 persen secara tahunan pada semester I 2026.
