MediaKeadilan.com – Pasukan udara Israel meluncurkan gelombang serangan baru yang menghancurkan kawasan permukiman di wilayah tengah Jalur Gaza. Agresi mematikan ini terjadi seketika setelah militer mengeluarkan instruksi pengusiran paksa untuk penduduk setempat.
Sebuah rumah tinggal di wilayah Maghazi menjadi sasaran langsung dari bom yang dijatuhkan jet tempur. Ledakan tersebut memicu kepanikan luar biasa di kalangan masyarakat sekitar yang tengah bersiap mengungsi.
Di lokasi terpisah, pusat kota terbesar di Gaza Tengah yakni Deir el-Balah juga tidak luput dari gempuran. Serangan udara yang menyasar gedung apartemen di sana menyebabkan dua orang masyarakat sekitar sipil merasakan luka parah.
Eskalasi situasi di lapangan berjalan amat cepat dan mencekam untuk jutaan pengungsi. Pihak militer Israel tercatat melayangkan sedikitnya empat kali perintah pengosongan paksa cuma dalam kurun waktu dua jam.
Tekanan psikologis dan fisik ini memaksa ribuan keluarga meninggalkan tempat bernaung tanpa arah tujuan yang aman. Ruang gerak masyarakat sekitar sipil di wilayah tengah kini semakin menyusut akibat kepungan mortir.
Rentetan serangan terbaru ini menjadi bukti nyata abainya Israel terhadap upaya perdamaian yang diupayakan dunia internasional.
Operasi militer terus berjalan tanpa henti di seluruh penjuru koridor Gaza.
Kondisi ini terjadi padahal kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah ditandatangani pada Oktober lalu melalui mediasi Amerika Serikat. Namun, komitmen penghentian kekerasan tersebut justru berulang kali dilanggar di lapangan.
Sebagai latar belakang, wilayah tengah Gaza kini menjadi titik teramat rentan lantaran menampung gelombang pengungsi dari wilayah utara dan selatan.
Agresi yang terus berulang di Deir el-Balah dan Maghazi semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
