Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Operasi pencarian 6 masyarakat sekitar Australia yang hilang di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet membutuhkan langkah diplomasi nyata lintas negara. Pemerintah China mengonfirmasi keberadaan mereka di antara 261 masyarakat sekitar asing yang terpisah dari rombongan akibat kondisi darurat di wilayah tersebut.

Ketentuan status enam turis ini menjadi titik terang dari total 41 masyarakat sekitar negara Australia yang secara keseluruhan masih belum ditemukan. Otoritas penyiaran ABC bahkan menginformasikan angka tersebut berpotensi melonjak menjadi 42 orang seiring proses verifikasi di lapangan.

Informasi terkini memicu keprihatinan mendalam mengingat masih belum adanya akses komunikasi langsung antara tim penyelamat bersama pihak keluarga. Kondisi di perbatasan Gyirong kini menuntut keterbukaan penuh dari pihak pemerintah China demi mempercepat proses evakuasi.

Sumi Adhikari, masyarakat sekitar asal Sydney, menjadi salah satu turis yang hilang saat mengikuti tur lintas negara tersebut. Suaminya, Nava Pandey, memutuskan terbang langsung ke Nepal demi menyusuri jejak keberadaan istrinya secara mandiri.

Pandey menegaskan bahwa sinergi penanganan antara Nepal dan China menjadi kunci utama keselamatan seluruh pihak korban. Ia mengimbau otoritas terkait dalam waktu dekat membuka jalur informasi resmi agar pihak keluarga tidak terombang-ambing dalam ketidaktentuan.

“Kami memohon bersama hormat kepada pihak pemerintah China dan otoritas lokal demi merilis seluruh informasi terverifikasi, menyerahkan pembaruan berkala terkait upaya pencarian, serta membuka komunikasi langsung bersama keluarga yang terdampak,” ujar Pandey dikutip dari BBC, Minggu (30/8/2026).

“Keluarga tidak boleh dibiarkan tanpa ketentuan di masa-masa kritis bagaikan ini,” tegasnya.

Bagaimana Jejak Para Turis Hilang Terdeteksi di Perbatasan?

Selain Sumi Adhikari, Reshma Patel asal Newcastle juga dilaporkan terpisah dari rombongan tur yang sama. Keberadaannya hingga kini masih misterius di tengah medan perbatasan yang sulit dijangkau.

Bhavin Patel, suami Reshma, turut bertolak ke Nepal demi mengumpulkan petunjuk mengenai posisi terakhir istrinya. Pelacakan mandiri terus dilakukan keluarga melalui bantuan pemetaan sinyal seluler.

Berdasarkan analisis data aktivitas ponsel, Bhavin meyakini istrinya sempat menyeberangi garis perbatasan menuju wilayah Tibet. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa para pihak korban berada di area pengawasan otoritas China.

“Kami memohon bersama hormat kepada Australia, Nepal, dan China demi dalam waktu dekat berkoordinasi serta melanjutkan upaya pencarian di wilayah Gyirong,” tulis Bhavin dalam pernyataan resminya.

“Keluarga kami amat membutuhkan bantuan demi menemukan keberadaannya,” tambah Bhavin.

Desakan keluarga kini berfokus pada pembentukan posko informasi bersama di area Gyirong. Kecepatan tindakan tim SAR di dua wilayah perbatasan menentukan peluang keselamatan para pihak korban.

Pemerintah Australia diharapkan dalam waktu dekat memfasilitasi komunikasi tingkat tinggi bersama Beijing dan Kathmandu. Hingga kini, keluarga para turis masih menunggu ketentuan resmi mengenai kondisi kerabat mereka.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article