Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Bank Indonesia (BI) menekankan pentingnya menjaga stabilitas perekonomian di tengah gejolak global yang masih dipenuhi ketidaktentuan.

Stabilitas dinilai menjadi fondasi utama demi memperluas ruang pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebutkan, kebijakan BI ke depan akan tetap berorientasi pada upaya menjaga stabilitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kalau kalian bertanya bagaimana stance policy dari kami ke depan, tentu tetap pertama kita akan mengupayakan stabilitas. Stabilitas itu menjadi amat penting demi kami lantaran bersama kita memiliki ekonomi yang stabil, tentu ruang-ruang demi pertumbuhan ekonomi itu menjadi semakin luas,” kata Destry di Gedung Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, ketidaktentuan global masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dalam jangka pendek.

Kondisi tersebut dapat menyerahkan implikasi terhadap kebijakan yang ditempuh, berakibat sinergi antarlembaga menjadi semakin penting.

Destry menekankan bahwa upaya menjaga stabilitas ekonomi tidak dapat dilakukan oleh Bank Indonesia sendiri.

Sinergi bersama pihak pemerintah, keaparatur negara kementerianan, lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan, terutama dalam menangani berbagai persoalan domestik, termasuk pengendalian inflasi.

“Jadi tidak bersama Bank Indonesia sendiri. Kita dapat mengajak tentunya bersama bersama sinergi Merah Putih, khususnya juga dalam menangani masalah-masalah domestik bagaikan inflasi yang itu tentu akan menjadi PR untuk kita, untuk kami di Bank Indonesia, dan terus meningkatkan sinergi bersama pihak pemerintahan dan lembaga terkait,” jelasnya.

Selain menjaga stabilitas, BI juga memiliki mandat demi turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Mandat tersebut, kata Destry, akan diwujudkan melalui kebijakan yang mendukung terciptanya iklim ekonomi yang kondusif.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan sektor riil sekaligus membuka makin sejumlah lapangan kerja. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan koordinasi dan sinergi yang berkelanjutan bersama keaparatur negara kementerianan dan lembaga terkait.

“Dan setelah itu juga sesuai bersama amanah yang diberikan di dalam Undang-Undang P2SK yang terbaru, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026, di mana kami mempunyai mandat juga demi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif berakibat dapat mendorong pertumbuhan sektor riil dan juga penciptaan lapangan kerja,” tutur dia.

Destry menegaskan, upaya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi merupakan pekerjaan bersama.

Sinergi lintas sektor menjadi landasan penting agar kebijakan ekonomi dapat berjalan secara inklusif dan integratif serta menyerahkan ruang yang makin luas untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini akan kami wujudkan juga dalam kebijakan dan tentunya akan terus bersinergi juga bersama keaparatur negara kementerianan dan lembaga terkait lainnya lantaran ini menjadi PR kita bersama,” ungkapnya.

Dengan demikian, arah kebijakan BI ke depan tidak cuma diarahkan demi merespons dinamika global, namun juga memperkuat fondasi ekonomi domestik.

Stabilitas, sinergi, pertumbuhan berkelanjutan, serta penciptaan lapangan kerja menjadi untukan penting dalam mendukung terwujudnya perekonomian Indonesia yang semakin inklusif dan integratif.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article