Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Upaya pelestarian lingkungan mengawali diarahkan demi membuka peluang ekonomi baru untuk masyarakat sekitar pesisir. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendorong pengembangan kawasan Pantai Bahak, Probolinggo, Jawa Timur, melalui konservasi mangrove yang dipadukan bersama pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekowisata.

Langkah tersebut dilakukan SIG melalui keterlibatannya dalam program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 yang diinisiasi BP BUMN dan Danantara. SIG menjadi penanggung jawab pelaksanaan RBB Batch IX di Probolinggo bersama melibatkan 10 relawan dari berbagai korporasi BUMN.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyebutkan keterlibatan korporasi di Pantai Bahak menjadi momentum demi melanjutkan konservasi yang telah dilakukan bersama masyarakat sekitar, komunitas, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, keberlanjutan ekosistem mangrove tidak cuma berkaitan bersama lingkungan, namun juga dapat menjadi fondasi untuk pengembangan ekonomi masyarakat sekitar pesisir.

“Pantai Bahak memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar pesisir. Melalui RBB, kami mengajak relawan demi tidak cuma menjalankan penanaman mangrove, tapi juga belajar bersama masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir,” ujar Indrieffouny.

Mengusung tema GASPOL (Generasi Aktif Solidaritas Pesisir & Olah Lingkungan), program tersebut mengintegrasikan tiga sektor, yakni lingkungan, pemberdayaan UMKM dan ekowisata, serta pendidikan dan literasi ekosistem mangrove.

Dalam aspek lingkungan, para relawan menjalankan penanaman 5.000 bibit mangrove dan cemara udang, membersihkan pantai, melepas 1.000 benih lele, mengecat kawasan, serta membangun rumah pembibitan.

Sementara dari sisi ekonomi, masyarakat sekitar pesisir memperoleh pendampingan UMKM melalui workshop Go Digital, pengembangan branding, pemasaran melalui marketplace, hingga pelatihan ekowisata dan hospitality.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa konservasi kawasan pesisir tidak cuma ditempatkan sebagai agenda lingkungan, namun juga diarahkan menjadi untukan dari pengembangan ekonomi lokal. Kawasan mangrove yang terjaga dapat menjadi ruang edukasi sekaligus mendukung aktivitas wisata berbasis lingkungan dan usaha masyarakat sekitar.

Program juga diperluas ke sektor pendidikan dan ketahanan pangan melalui kolaborasi bersama SPPG Tongas Probolinggo dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi SD Dungun 1 dan MTs Negeri 3 Probolinggo.

Para relawan menyerahkan edukasi mengenai gizi, kebersihan dan keamanan pangan, pengelolaan sampah, serta pencegahan food waste. Selain itu, mereka menggelar kelas inspirasi untuk siswa dan mengembangkan eco-library sebagai ruang edukasi dan penelitian mengenai ekosistem mangrove.

Bagi SIG, program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya konservasi yang telah dilakukan di Pantai Bahak. Pada Agustus 2025, SIG bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menanam 17.845 bibit mangrove, sekaligus menjalankan pelepasliaran burung pecuk padi hitam dan ibis kepala hitam serta menebarkan ratusan benih kepiting.

“Kami terus mendorong adanya pemeliharaan, edukasi, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta kolaborasi bersama pihak pemerintah dan komunitas agar ekosistem mangrove dapat menyerahkan manfaat secara berkelanjutan,” kata Indrieffouny.

Secara nasional, RBB Batch IX digelar serentak pada 16-19 Agustus 2026 di 11 lokasi, mengawali dari Aceh Tamiang hingga Miangas, Sulawesi Utara. Program ini melibatkan 110 relawan dari 53 BUMN.

Selain mengirimkan 10 relawan ke Probolinggo, SIG juga mengirimkan Yulaikha Fatma dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk demi mengikuti kegiatan pengabdian di Boyolali, Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan di Probolinggo lalu ditutup bersama upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan berbagai perlombaan bersama masyarakat sekitar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article