AHY Ingatkan Kekuasaan Ada Batasnya, Golkar: Itu Kode Keras Kesiapan Pilpres 2029

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal kekuasaan sebagai sinyal kesiapan menyikapi kontestasi Pilpres 2029.

Doli menilai cara AHY menyampaikan pandangannya memperlihatkan adanya posisi politik yang mengawali diarahkan pada pertarungan elektoral mendatang.

“Dilihat dari cara penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY bagaikan memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang,” kata Doli dikutip dari ANTARA, Senin (7/9/2026).

Menurut Doli, pernyataan AHY sekaligus memperlihatkan kontestasi Pilpres 2029 mengawali terbuka. Sejumlah kekuatan politik, kata dia, mengawali memperlihatkan perhatian dan mempersiapkan diri menyikapi pertarungan tersebut.

Meski demikian, Doli menyebut Golkar sependapat bersama substansi pernyataan AHY mengenai pentingnya menjaga pertumbuhan demokrasi, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pihak pemerintah, serta hak dan kewajiban masyarakat sekitar negara.

Doli menilai AHY, yang kini menjadi untukan dari pihak pemerintahan, juga memiliki tanggung jawab terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar.

“Kesulitan yang dihadapi rakyat merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Pemerintah, DPR, dan juga partai politik, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” katanya.

Di sisi lain, Doli menegaskan Golkar menghormati agenda, sikap, keputusan, dan langkah setiap partai politik sebagai untukan dari kedaulatan serta otoritas masing-masing.

“Kami pada saat ini, hingga 2029, tetap fokus demi menolong mensukseskan seluruh program pihak pemerintahan Prabowo-Gibran, menolong sekuat tenaga agar rakyat dapat dalam waktu dekat keluar dari masalah yang dihadapi,” ungkapnya.

Pernyataan AHY soal Kekuasaan

Semasih belumnya, AHY mengingatkan kader Partai Demokrat bahwa kekuasaan bukan milik seseorang demi selamanya. Kekuasaan, menurut dia, merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.

“Kekuasaan bukan milik seseorang demi selamanya. Kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY saat berpidato dalam acara HUT Ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu (6/9).

AHY menyebutkan prinsip tersebut perlu terus dipegang kader Partai Demokrat demi menjaga iklim demokrasi di Indonesia tetap sehat.

Menurut mantan perwira aparat TNI itu, demokrasi merupakan hak seluruh masyarakat sekitar yang wajib dijaga lantaran menyerahkan kesempatan kepada masyarakat sekitar demi memilih dan dipilih sebagai pemimpin.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article