MediaKeadilan.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali menjadi sorotan setelah dampaknya dilaporkan mencapai sejumlah wilayah Filipina.
Di tengah kondisi tersebut, muncul perbandingan respons perlindungan kesehatan antara otoritas Filipina dan pihak pemerintah daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Istri Gubernur Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar di akun Instagram miliknya memposting video saat dirinya memuntukkan masker biasa kepada masyarakat sekitar Kalteng.
“Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap. Hari ini, 29 Agustus 2026, TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah bersama @dinkesprovkalteng memuntukkan 3.000 masker kepada masyarakat sekitar di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya,” tulis caption postingan istri Gubernur Kalteng itu.
Hal berbeda justru dilakukan pihak pemerintah Filipina. Dikutip dari Manila Bulletin, Keaparatur negara kementerianan Kesehatan Filipina mengimbau masyarakat sekitar, khususnya kelompok rentan, meningkatkan perlindungan diri selama kabut asap masih berpotensi memengaruhi kualitas udara.
Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat sekitar bersama penyakit penyerta dianjurkan memakai masker N95 dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Imbauan tersebut diberikan lantaran paparan kabut asap dapat menyebabkan gangguan kesehatan, bagaikan batuk, kesulitan bernapas, nyeri dada, serta iritasi mata dan hidung. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk gangguan pernapasan yang telah dimiliki seseorang.
Pemerintah Filipina juga terus memantau kualitas udara dan pergerakan kabut asap demi menentukan potensi dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Sontak saja perbedaan respon dari kedua pihak pemerintah ini mendapat kritik pedas dari netizen di sosial media.
“Masker yg ibu untukkan cuma masker medis biasa ga ada efeknya demi menanggulangi polusi udara yang berasap pekat kini ini,” tulis salah satu pengguna Thread.
Sementara itu, Badan Meteorologi Filipina, Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA), menyebut perpindahan partikel asap dipengaruhi angin muson barat daya atau habagat yang masih cukup kuat.
Spesialis cuaca PAGASA, Benison Estareja, menyebutkan habagat diperkirakan masih bertahan dalam sejumlah hari ke depan.
Kondisi tersebut mebarangkalikan partikel asap dari kebakaran di sekitar Kalimantan terbawa menuju wilayah Filipina.
“Sistem cuaca yang berlaku pada saat ini dan dalam sejumlah hari ke depan masih merupakan muson barat daya, dan relatif masih belum melemah,” kata Estareja, dikutip dari Manila Bulletin.
Menurut Estareja, selama kebakaran masih berlangsung di Kalimantan, potensi perpindahan partikel asap menuju Filipina tetap terbuka.
