MediaKeadilan.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bila kelas menengah di Indonesia merasakan tekanan ekonomi. Ia tak menampik bila kategori tersebut merasakan penurunan pendapatan.
Untuk mengatasi itu, Menkeu Purbaya berjanji menciptakan pertumbuhan ekonomi makin cepat. Sebab pada saat ini, ekonomi Indonesia cuma tumbuh di sekitar angka 5 persen.
“Kan selama ini pertumbuhan ekonomi kita di bawah 5 rata-rata ya? Kalau di bawah 5 itu terjadilah deindustrialisasi dan lain-lain. Akibatnya penciptaan lapangan kerja formal berkurang,” katanya di acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, dikutip Senin (7/9/2026).
Purbaya pun sepakat ketika Presiden RI Prabowo Subianto berambisi menciptakan pertumbuhan ekonomi 8 persen. Dengan itu, Pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja formal bersama angka 6-6,5 persen.
Jika pertumbuhan ekonomi makin cepat dari 6 persen, Purbaya yakin lapangan kerja baru akan tercipta. Ini juga berdampak pada pendapatan kelas menengah yang naik, sekaligus menciptakan kelas menengah baru.
“Kita akan balik deindustrialisasi lagi ke industrialisasi lagi. Jadi setelah krisis transformasi ekonomi kita dari agriculture ke manufacturing berhenti,” lanjutnya.
Lebih lanjut Purbaya berambisi demi menciptakan pertumbuhan ekonomi bersama berbagai kebijakan, termasuk hilirisasi. Ia menginginkan kelas menengah dapat naik dalam satu hingga dua tahun ke depan.
“Jadi ke depan barangkali setahun dua tahun kita akan harapkan masyarakat sekitar menengah kita semakin tumbuh lagi,” jelasnya.
