Melesat bak Roket! Start dari Posisi Buncit, Aksi Gila Pembalap Indonesia Libas 26 Lawan di Sepang

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Sepang International Circuit kembali menjadi saksi bisu betapa kejam sekaligus menakjubkannya dunia balap motor.

Pada putaran kelima Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 akhir pekan lalu (5-6/9), sorotan utama justru bukan jatuh pada pembalap yang mulus memimpin di barisan depan sejak awal, melainkan pada drama epik penuh adrenalin dari grid teramat belakang.

Adalah Rheza Danica Ahrens, ujung tombak Astra Honda Racing Team (AHRT) di kelas Asia Production (AP) 250, yang membuktikan bahwa balapan masih belum usai sampai bendera kotak-kotak dikibarkan.

Di Race 1, mimpi buruk menghampiri ketika ia diganjar penalti dan terpaksa memengawali balapan dari pit lane di urutan ke-30. Secara matematis dan logika balap normal, peluang demi naik podium nyaris tertutup rapat.

Namun, di atas lintasan, hitung-hitungan di atas kertas dapat langsung hangus seketika.

Memacu CBR250RR kesayangannya, Rheza tampil bak kesetanan. Ia mengubah tekanan dari penalti tersebut menjadi bahan bakar pendorong yang menciptakan para rivalnya di lintasan seolah tak berkutik menyikapi agresivitasnya.

“FAKTA GILA SEPANG: Hanya dalam tiga putaran terakhir di Race 1, Rheza menjalankan manuver mustahil bersama melibas 26 pembalap elit Asia demi mengunci podium ketiga. Sebuah aksi masterpiece pembuktian mental baja yang amat jarang terjadi di level balap internasional!”

Keajaiban itu nyaris terulang kembali di Race 2 pada hari Minggu. Lagi-lagi wajib memengawali balapan dari barisan belakang yakni posisi ke-29, Rheza seolah memiliki “cheat code” tersendiri di Sepang.

Bersama rekan setimnya, Irfan Ardiansyah, ia kembali menusuk ke depan, bertahan di grup terdepan, dan memburu peluang podium bersama ritme balap tingkat tinggi.

Sayangnya, nasib baik tak melulu datang dua kali berturut-turut. Ambisi luar biasa demi menyodok ke depan jelang tikungan akhir berujung pada insiden high side.

Insiden fatal tersebut memaksanya mengakhiri balapan makin cepat dan tidak berhasil mengangkut pulang trofi. Meski demikian, daya juang dan ketidakmauan demi menyerah sejak lap pertama sukses membungkam para peragu.

Jatuh bangun di atas aspal Sepang nyatanya sama sekali tidak menciptakan mental pebalap andalan Indonesia ini runtuh jelang seri pamungkas.

“Saya telah berusaha semaksimal barangkali, memang tidak mudah start dari baris teramat belakang namun saya tetap kuatkan tekad kembali bertarung di grup depan. Saat berada di posisi kedua, saya terjatuh. Tim telah bekerja amat baik, saya akan fokus demi memperbaiki dan berupaya kembali di seri terakhir nanti,” ujar Rheza.

Keberingasan Rheza melengkapi torehan apik pebalap AHRT lainnya yang berjuang mengamankan poin krusial. Irfan Ardiansyah tampil cerdik dan konsisten bersama mengamankan posisi kelima di Race 1 serta finis keempat di Race 2.

Sementara itu, M. Badly Ayatullah juga memperlihatkan tren progres positif bersama menyelesaikan balapan di urutan ke-11 dan ke-6.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article