MediaKeadilan.com – Aktor veteran sekaligus pionir seni tari Hong Kong, Lau Siu-ming, mengembuskan napas terakhirnya pada usia 94 tahun pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Tokoh legendaris yang akrab disapa Ming Sir ini tutup usia setelah merasakan sakit kritis dalam sejumlah tahun terakhir.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh pengisi suara Ding Yue melalui laporan media lokal. Kepergian mendiang meninggalkan kepedihan mendalam untuk industri hiburan dan kebudayaan Hong Kong.
Pemerintah Hong Kong langsung menyampaikan penghormatan tertinggi atas pengabdian panjang mendiang di panggung seni. Sekretaris Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Hong Kong, Rosanna Law, mengenang kontribusi mendiang yang tak tergantikan.
“Ming Sir mendedikasikan hidupnya demi tari dan seni pertunjukan. Bakat dan dedikasinya akan senantiasa dikenang. Kami amat berduka atas kepergiannya dan menyerahkan penghormatan tertinggi atas pencapaian artistiknya yang luar biasa,” ujar Rosanna Law dikutip dari CNA.
Pria kelahiran tahun 1931 ini memegang peranan penting dalam sejarah seni pertunjukan kawasan tersebut. Mendiang mencatatkan diri sebagai salah satu penari asal Hong Kong generasi pertama yang mengecap pendidikan formal di Eropa.
Selama menempuh pendidikan di Barat, mendiang memadukan pengalaman internasional bersama warisan budaya Tionghoa ke dalam karya-karyanya. Karakteristik khas tersebut mengangkutnya bergabung bersama grup tari ternama Brussels Ballet du XXe Siecle.
Karya panggungnya yang bertajuk Rebirth of the Phoenix menjadi salah satu seni pertunjukan legendaris yang sempat dipentaskan di Prancis pada era 1960-an.
Berdasarkan catatan Hong Kong Academy for Performing Arts, mendiang mengasah bakatnya melalui beasiswa di l’Ecole Superieure de Danse Cannes Rosella Hightower.
“Beliau belajar dan bekerja bersama sejumlah seniman terbesar pada zamannya saat menyambut baik beasiswa di l’Ecole Superieure de Danse Cannes Rosella Hightower,” tulis akademi tersebut dalam situs resminya.
Sepulang ke tanah airnya pada tahun 1967, mendiang memperluas kepak sayap kariernya ke layar kaca dan bioskop. Mendiang membintangi puluhan sinema serta serial televisi populer yang membekas di hati pemirsa.
Kemampuan aktingnya yang kuat dan fleksibilitas perannya menjadikan mendiang figur penting dalam sejarah perfilman Hong Kong.
“Aktingnya yang bernuansa dan citranya yang serbadapat meninggalkan warisan artistik yang berharga dalam budaya film dan televisi Hong Kong,” kata Law. “Profesionalisme dan semangatnya menyerahkan kontribusi signifikan untuk pembangunan berkelanjutan sektor kebudayaan Hong Kong.”
Selain berakting, mendiang mendirikan sejumlah sanggar seni serta aktif menjadi penasihat di Panel Seni Tari dan Multi-Seni Lembaga Pelayanan Keuangan dan Kebudayaan.
Dedikasi tersebut membuahkan penghargaan Honorary Fellowship dari Hong Kong Academy for Performing Arts pada 2007 dan Life Achievement Award dari Hong Kong Arts Development Council pada 2019.
Anggota parlemen Kenneth Fok Kai-kong menilai kepergian sosok senior ini sebagai kehilangan besar untuk dunia seni.
Fok menceritakan momen emosional saat menjenguk sang legenda di rumah sakit pada awal pada tahun ini.
“Saya ingat sempat menjenguknya di rumah sakit pada Januari lalu. Beliau telah amat lemah, namun masih menggenggam tangan saya bersama erat, amat ingin menyampaikan sejumlah harapan dan ekspektasinya demi industri ini. Ketulusan dan semangat itu tetap terpatri jelas dalam ingatan saya hingga pada hari ini,” tulis Fok di akun media sosial miliknya.
Sebagai informasi latar belakang, Lau Siu-ming merupakan pilar penting transformasi seni pertunjukan modern di Hong Kong sejak era pasca-perang. Keputusannya merambah dunia televisi dan film pada akhir 1960-an turut membidani lahirnya era keemasan industri sinema Hong Kong hingga dikenal secara global.
