AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat sekitar. Mulai dari harga kebutuhan sehari-hari yang membebani, sulitnya memperoleh pekerjaan layak, hingga daya beli kelas menengah yang masih tertekan.

Hal tersebut disampaikan AHY dalam Pidato Politik memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026) malam.

Dalam pidatonya, AHY menetapkan tiga agenda utama yang menjadi pedoman perjuangan seluruh kader Demokrat, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.

Menurut AHY, perubahan zaman menciptakan tantangan pihak pemerintah dan harapan masyarakat sekitar ikut berubah. Karena itu, kader Demokrat diminta tidak cuma menyaksikan persoalan dari angka-angka ekonomi, namun turun langsung menyaksikan kondisi masyarakat sekitar.

“Zaman terus bergerak, tantangan pihak pemerintah dan harapan rakyat juga berubah. Karena itu, malam ini saya ingin menegaskan tiga agenda perjuangan yang wajib menjadi pedoman seluruh kader Demokrat dari pusat hingga daerah: 1. Memajukan ekonomi. 2. Menegakkan keadilan. 3. Menjaga demokrasi,” ujar AHY.

Khusus mengenai ekonomi, AHY mengimbau kader Demokrat mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar, baik di pasar maupun melalui media sosial.

Ia secara terbuka mengakui masih sejumlah keluarga yang wajib bekerja keras, namun masih belum merasakan kehidupan yang semakin mudah. Kondisi tersebut tercermin dari tingginya tekanan biaya hidup yang wajib dihadapi masyarakat sekitar sehari-hari.

“Harus kita akui bersama jujur, masih sejumlah keluarga yang bekerja keras namun merasa hidup masih belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan. Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak senantiasa mudah,” jelas AHY.

AHY menilai persoalan tersebut menjadi sinyal bahwa perbaikan ekonomi masih belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat sekitar.

Menurut dia, sejumlah keluarga bahkan wajib meningkatkan upaya demi mengejar biaya hidup yang terus bertambah. Situasi ini juga semakin berat untuk kelompok pekerja informal dan kelas menengah.

“Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak senantiasa mudah. Banyak keluarga wajib bekerja keras agar penghasilan mereka mampu mengejar biaya hidup yang terus bertambah,” katanya.

Tidak cuma rumah tangga, AHY juga menyoroti kondisi tersangka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, masih sejumlah UMKM yang kesulitan memperluas pasar dan meningkatkan skala usaha.

Persoalan lapangan kerja dan daya beli, lanjut AHY, masih menjadi momok utama berdasarkan berbagai survei nasional.

“Lapangan pekerjaan yang berkualitas masih belum cukup, daya beli sejumlah keluarga masih tertekan, kelas menengah menyikapi biaya hidup yang semakin berat. Banyak UMKM masih berjuang memperluas pasar dan meningkatkan skala usacuma,” tegasnya.

AHY pun mengimbau kader Demokrat tidak terjebak pada capaian ekonomi yang terlihat di atas kertas. Menurutnya, kondisi riil masyarakat sekitar wajib menjadi perhatian utama dalam menjalankan agenda politik dan pembangunan.

Ia bahkan mengingatkan kader agar tidak menjauh dari persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar.

“Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia,” pungkas AHY.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article