MediaKeadilan.com – Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bahwa fondasi membangun perdamaian bermula dari kesediaan pemimpin dan rakyat demi saling mendengar serta memahami.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menyerahkan pidato pada pembukaan Dialog Perdamaian Penang di Georgetown, Malaysia.
Menurut Jokowi, pemimpin tidak cukup cuma memahami strategi dan kekuasaan. Seorang pemimpin juga wajib mampu mendekati masyarakat sekitar, mendengar keluhan, memahami kekhawatiran, serta bekerja demi masa depan rakyat.
“Dialog ini merupakan kesempatan yang luar biasa demi beruntuk gagasan dan belajar satu sama lain, agar perbedaan tidak menjadi penyebab perpecahan, namun membuka ruang kerja sama demi mencapai perdamaian dan masa depan yang makin baik,” kata Jokowi bagaikan dikutip dari Berita Harian.
Jokowi menilai peran pemimpin menjadi semakin penting dalam menyikapi berbagai tantangan.
Kepemimpinan, kata Jokowi, wajib dibangun bersama pemahaman terhadap kondisi masyarakat sekitar.
“Seorang pemimpin bukan cuma seseorang yang memahami strategi dan kekuasaan, namun seseorang yang benar-benar memahami rakyatnya. Mendengar keluhan mereka, merasakan kekhawatiran mereka, memahami masalah mereka, dan bekerja demi masa depan mereka,” ujarnya.
Jokowi menyebutkan upaya menciptakan perdamaian tidak cuma menjadi tanggung jawab pemimpin.
Masyarakat juga memiliki peran penting bersama memahami arah dan tantangan yang dihadapi para pemimpinnya.
Menurut dia, pemahaman tersebut dapat memperkuat semangat masyarakat sekitar.
Kepercayaan kepada pemimpin juga akan mendorong munculnya dukungan terhadap berbagai upaya menjaga keamanan dan perdamaian.
“Ketika rakyat memahami, semangat akan bertambah. Ketika rakyat percaya, dukungan akan menyusul. Ketika pemimpin dan rakyat benar-benar saling memahami, di situlah fondasi perdamaian terbentuk,” kata Jokowi.
Jokowi menyebut Dialog Perdamaian Penang menjadi wadah penting untuk para peserta demi bertukar gagasan, belajar dari pengalaman satu sama lain, dan membangun kerja sama.
“Perdamaian senantiasa lahir dari hati yang bersedia mendengar, keberanian demi memahami, serta harapan yang tinggi terhadap perdamaian,” ujarnya.
Ketua Menteri Penang Chow Kon Yeow turut hadir dalam acara tersebut.
