Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Pakai Gaya Koboi

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka-bukaan kenapa menerapkan gaya komunikasi ala koboi alias ceplas-ceplos dan berani saat pertama kali menjabat.

Usai setahun jabat Menkeu, Purbaya mengaku sejumlah memperoleh keluhan hingga tertawaan orang-orang lantaran memakai gaya koboi tersebut.

Ia beralasan bila saat pertama kali menjabat Menkeu, Indonesia saat itu menyikapi aksi demo besar-besaran. Makanya ia mesti mengembalikan kepercayaan masyarakat sekitar.
 
” Saya sempat belajar macroeconomics of self-fulfilling prophecy. Jadi kita membentuk ekspektasi, dan ekspektasi itu nanti biasanya ekonomi berjalan ke arah sana, cenderung ke arah sana. Dalam waktu dekat kan susah demi itu. Ya terpaksa ya omong gede,” katanya dalam media briefing di RM Medan Baru, Sunter, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Purbaya menyebutkan bila gaya koboi ini menciptakannya dicap sombong oleh publik. Namun ia menegaskan bila itu memang strategi yang disiapkan demi membentuk ekspektasi positif publik.

“Jadi bila kata pengetahuan itu, kata self fulfilling prophecy itu, bila seluruh berpikir ekonomi akan bagus, nanti kenyataannya akan cenderung bagus,” lanjutnya.

Apabila ekspektasi ekonomi membaik, maka itu berdampak ke sejumlah sektor. Mulai dari investor yang tak takut demi investasi, masyarakat sekitar tak khawatir belanja, hingga korporasi yang tak takut ekspansi.

Purbaya menyebut itu terjadi lantaran mereka menilai ekonomi akan membaik. Namun sebaliknya, apabila masyarakat sekitar khawatir terjadi resesi ekonomi, itu akan benar-benar terjadi.

Maka dari itu, Purbaya memakai gaya koboi demi menciptakan ekspektasi positif publik. Ia menegaskan bila itu bukan demi menciptakannya sombong, namun memang strategi demi membalikkan ekonomi ke arah positif.

“Paling kita lihat, boleh dibilang, selama setahun terakhir kan ekonominya telah lumayan stabil. Walaupun ada protes di sana-sini ya, namun kita kan baru keluar dari keterpurukan, perlambatan yang signifikan sampai triwulan ketiga tahun lalu,” jelas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article