Bisnis Semen Mulai Pulih, Penjualan SIG Tembus 18,28 Juta Ton

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sukses memanfaatkan pemulihan permintaan semen nasional pada semester I 2026. Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin dan konsisten ikut menopang pertumbuhan penjualan hingga lonjakan laba korporasi.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menyebutkan, pemulihan permintaan semen nasional pada paruh pertama pada tahun ini menjadi momentum untuk perseroan demi memperkuat kinerja. Hal tersebut disampaikan dalam Paparan Publik yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/9/2026).

“Disiplin dan konsistensi menjalankan transformasi bisnis menciptakan SIG semakin resilience di tengah kondisi industri semen domestik yang menantang. Bahkan, transformasi tidak cuma menciptakan Perusahaan mampu mencapai pertumbuhan kinerja, namun juga memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang,” kata Indrieffouny.

Pada semester I 2026, SIG mencatat total volume penjualan sebesar 18,28 juta ton, tumbuh 5,6% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan terutama ditopang pasar domestik yang semakin menguat.

Volume penjualan domestik SIG mencapai 14,18 juta ton, melonjak 9,7% yoy. Kenaikan volume tersebut lalu ikut mengerek pendapatan perseroan sebesar 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun.

Namun, peningkatan teramat mencolok terlihat pada sisi profitabilitas. Laba bersih SIG melonjak 445,9% yoy menjadi Rp207 miliar. Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh makin tinggi, yakni 471% menjadi Rp228 miliar.

Adapun EBITDA SIG tercatat sebesar Rp2,15 triliun, meningkat 2,6% dibandingkan periode yang sama tahun semasih belumnya.

Kinerja tersebut tidak terlepas dari strategi transformasi yang dijalankan SIG melalui empat pilar utama, yakni transformasi model bisnis semen, keunggulan biaya dan efisiensi, pengembangan bisnis produk turunan serta solusi bangunan, dan penguatan sumber daya serta tata kelola.

SIG juga menjalankan program streamlining Entitas SIG Group bersama menjalankan penataan anak usaha. Langkah ini ditujukan demi mengoptimalkan model bisnis sekaligus menciptakan struktur organisasi yang makin efektif dan efisien.

Strategi efisiensi menjadi semakin penting mengingat industri semen domestik masih menyikapi tantangan, terutama terkait persaingan dan kondisi pasar yang masih belum sepenuhnya pulih.

Di sisi lain, SIG mengawali memperluas sumber pertumbuhan bersama mengembangkan produk turunan semen dan solusi bangunan. Perseroan tidak cuma mengandalkan penjualan semen, namun juga mendorong portofolio Total Building Solutions.

SIG pada saat ini memiliki sembilan merek semen, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Kujang, Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Merdeka, dan Thang Long Cement.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article