Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Ketatnya persaingan di GOR Djarum Jati, Kudus, semakin terasa saat Audisi Umum PB Djarum 2026 memasuki hari keempat pada Sabtu (12/9).

Meski puluhan peserta wajib menyambut baik kekalahan di fase turnamen, peluang mereka demi menjadi atlet elite masih belum sepenuhnya berakhir.

Tim Pencari Bakat telah mengantongi sejumlah nama potensial demi diberikan Super Tiket Pilihan, yang membuka peluang untuk peserta yang gugur demi tetap melanjutkan perjuangan.

Legenda bulu tangkis Indonesia, Maria Kristin Yulianti, membocorkan kriteria yang dicari Tim Pencari Bakat di sektor putri.

Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu mengaku makin tertarik menyaksikan daya juang dan sikap pantang menyerah para peserta di lapangan.

“Biasanya, kandidat peraih Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat ini berasal dari peserta yang gugur di babak turnamen di 32 besar,” ungkap Maria Kristin dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan bahwa tim pemantau tidak cuma berpaku pada hasil akhir di papan skor, namun juga menyaksikan kerja keras yang ditunjukkan peserta.

“Dan dari pengamatan kami, ada sejumlah yang mainnya ngoyo dan terlihat tidak mau kalah,” lanjut pahlawan yang sempat mengantarkan Indonesia ke final Piala Uber tersebut.

“Artinya mereka memiliki spirit yang tinggi demi menang, ini yang juga dapat menjadi kandidat peraih Super Tiket,” papar Maria menjabarkan kriteria utamanya.

Bukan Sekadar Melihat Hasil Pertandingan

Pandangan serupa juga disampaikan legenda bulu tangkis putra, Hastomo Arbi, yang mengamati pertandingan dari pinggir lapangan selama empat hari.

Peraih Piala Thomas 1984 itu mengaku telah mengantongi sejumlah nama peserta putra yang memiliki gaya bermain unik dan postur tubuh proporsional.

“Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita dapat memproyeksikan apakah mereka dapat diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” tutur Hastomo.

Karakter pantang menyerah bagaikan yang dicari Maria Kristin terlihat pada Syarifah Adshila Nugroho asal PB Champion Reborn Yogyakarta.

Peserta KU-12 Putri itu menepis menyerah setelah kalah di set pertama hingga akhirnya memenangi rubber game di babak 32 besar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article