MediaKeadilan.com – Dunia sinema Bollywood bersiap menyambut salah satu kolaborasi teramat dinantikan dalam dua dekade terakhir.
Aamir Khan, sang “Mr Perfectionist” ditentukan akan kembali bekerja sama bersama sutradara bertangan dingin, Ashutosh Gowariker.
Reuni bersejarah ini terjadi tepat 25 tahun setelah film ikonik mereka, Lagaan (2001), sukses menembus nominasi Oscar dan mengubah wajah film olahraga India.
Proyek ambisius bertajuk Lalkaara (atau Lalkaar) ini akan mengangkat kisah hidup Lala Amarnath, sosok revolusioner dan kapten legendaris yang mengangkut kriket India ke peta kekuatan dunia.
Transformasi Ekstrem: Menolak Efek Digital demi Keaslian
Bukan Aamir Khan namanya apabila tidak menyerahkan totalitas tanpa batas.
Di usianya yang akan menginjak 61 tahun saat syuting dimengawali, Aamir menyikapi tantangan besar: ia wajib memerankan Lala Amarnath muda saat masih berusia 25 tahun.
Menariknya, Aamir memilih jalan yang sulit. Di tengah tren penggunaan teknologi de-aging (efek visual demi menciptakan aktor tampak muda) yang marak di Hollywood dan Bollywood, Aamir justru menepisnya.
Ia kini tengah menjalani program penurunan berat badan yang amat ketat dan latihan fisik intensif demi memperoleh bentuk tubuh pemuda usia 20-an secara alami.
Dedikasi ini membuktikan bahwa semangat sang aktor demi menghidupkan karakter secara otentik masih belum pudar.
Soal diet ekstreme ini sebenarnya sempat dilakukan Aamir Khan saat memerankan tokoh pegulat Mahavir Phogat di film Dangal (2016).
Lebih dari Sekadar Biopik: Drama di Balik Garis Perbatasan
Lalkaara bukan sekadar film biografi olahraga biasa. Film ini dirancang sebagai drama sejarah berskala besar bersama latar belakang salah satu periode teramat emosional dalam sejarah manusia: era Partisi (pemuntukan wilayah) India dan Pakistan.
Puncak cerita akan berfokus pada seri pertandingan Test bersejarah tahun 1952.
Saat itu, Lala Amarnath memimpin tim nasional India melawan Pakistan dalam pertemuan pertama mereka di lapangan hijau setelah perpisahan negara.
