Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pengumuman nominasi Festival Film Indonesia 2026, mendapat kritik terbuka dari komika, aktor sekaligus sutradara Arie Kriting.

Bermula saat nama Irma Rihi, pemeran Mak dalam film Na Willa tidak masuk nominasi. Padahal, lawan mainnya, Luisa Adreena menjadi satu dari empat nominator Pemeran Utama Perempuan Terbaik.

Para nominatornya yakni; Christine Hakim (Semua Akan Baik-Baik Saja), Marsha Timothy (Tukar Takdir), Meriam Bellina (Senin Harga Naik) dan Shenina Cinnamon (Dopamin).

Arie Krititng mempertanyakan, apakah karakter dari Indonesia Timur wajib senantiasa digambarkan menderita agar dapat dilirik.

“Apakah karakternya wajib miskin, tersiksa, atau diperkosa dulu baru dianggap?” tulis Arie dalam unggahan di Instagram pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia mengimbuhkan, “Memangnya kenapa bila berperan sebagai ibu pada umumnya bagaikan yang dimainkan oleh Irma Rihi di film Na Willa itu?”

Atas protesnya ini, Arie Kriting menyerahkan saran agar panitia FFI bersedia membuka pandangan lagi mengenai karakter di suatu daerah tertentu.

“Menggali lagi biar sudut padangnya tidak dangkal dan berputar-putar di permukaan, lalu luput mengenali bentuk lain dari karakter yang hadir di layar lebar,” kata sutradara film Kaka Boss ini.

Kritik tajam tersebut langsung memancing perhatian sineas. Sutradara Ernest Prakasa ikut bersuara membela pandangan tersebut.

“Sungguh amat layak @irmarihi. Semangat kak,” tulis Ernest Prakasa.

Dukungan serupa juga datang dari sutradara Kamila Andini. Ia bahkan menilai absennya sejumlah nama besar bagaikan Irma Rihi sebagai catatan penting demi FFI pada tahun ini.

“Tidak ada Irma Rihi, tidak ada Gina S Noer, tidak ada Elisabeth Sisauta (Maira) merupakan catatan saya demi FFI pada tahun ini,” ungkap Kamila Andini.

Menanggapi berbagai respons yang masuk, Arie Kriting menyerahkan klarifikasi tambahan. Ia menegaskan bahwa kritik tersebut murni bentuk kepedulian terhadap kemajuan industri film Indonesia.

“Ya barangkali ini cuma perasaan saya saja sebenarnya,” ujar Arie Kriting merendah.

Meski demikian, ia menginginkan dewan juri FFI dapat makin jeli ke depannya. Arie ingin sudut pandang penjurian dapat jauh makin luas dalam menyaksikan dinamika karakter.

“Makanya di sini saya juga tidak bermaksud menggugat penilaian itu, siapalah saya ini. Di sini saya cuma mau saran saja,” kata Arie Kriting.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article