MediaKeadilan.com – HP murah tanpa bloatware dan iklan bawaan menjadi salah satu pertimbangan penting untuk pengguna yang tidak ingin terganggu notifikasi promosi, aplikasi bawaan yang jarang digunakan, atau rekomendasi iklan ketika memakai ponsel.
Bloatware sendiri merujuk pada aplikasi yang telah terpasang sejak ponsel keluar dari kotak. Tidak seluruhnya berbahaya atau mengganggu, namun terlalu sejumlah aplikasi bawaan dapat menciptakan tampilan sistem terasa penuh dan mengurangi ruang penyimpanan.
Selain itu, istilah “tanpa iklan” juga perlu dipahami secara hati-hati. Sebuah HP dapat minim iklan sistem, namun tetap memiliki aplikasi bawaan yang menampilkan rekomendasi atau promosi tertentu.
Dari daftar berikut, Motorola memiliki pendekatan software yang relatif dekat bersama Android bawaan, sementara itu OPPO, Samsung, vivo, realme, Infinix, dan Tecno memakai antarmuka masing-masing.
Berikut sejumlah HP murah yang dapat dipertimbangkan apabila prioritasnya merupakan pengalaman penggunaan yang relatif bersih dari iklan dan bloatware.
1. Infinix Note 50 Pro
Infinix Note 50 Pro menjalankan XOS berbasis Android 15 dan mengangkut layar AMOLED 6,78 inci bersama refresh rate 144Hz. Ponsel ini memakai Helio G100 Ultimate, RAM 8 GB atau 12 GB, serta penyimpanan 256 GB.
Seri Note 50 Pro merasakan peningkatan dari sisi pengalaman software dibanding generasi Infinix semasih belumnya. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan aplikasi bawaan XOS bagaikan Palm Store maupun fitur rekomendasi tertentu.
Karena itu, HP ini makin tepat disebut relatif minim gangguan iklan, bukan sepenuhnya tanpa bloatware.
Harga Infinix Note 50 Pro 8/256 GB pada September 2026 berada di kisaran Rp3,7 jutaan.
2. Tecno Pova 7
Tecno Pova 7 menjadi pilihan lain di kelas harga Rp2 jutaan. Model 8/128 GB dan 8/256 GB pada saat ini berada di kisaran Rp1,9 juta-Rp2,4 jutaan, tergantung varian dan promo.
Situs resmi Tecno Indonesia mencantumkan Pova 7 8/128 GB sekitar Rp1,977 juta dan versi 8/256 GB sekitar Rp2,349 juta.
Ponsel ini memakai HiOS. Antarmukanya memang bukan Android murni, namun pengalaman penggunaan pada Pova 7 relatif tidak berfokus pada iklan pop-up yang muncul terus-menerus.
Bagi pengguna yang menginginkan HP murah bersama baterai besar dan performa cukup tinggi, Pova 7 dapat masuk daftar pertimbangan.
3. OPPO A60
OPPO A60 menjalankan ColorOS 14 berbasis Android 14 dan memakai Snapdragon 680. Varian 8/128 GB sempat tercatat berada di kisaran Rp2,2 juta-Rp2,6 jutaan, meski harga dapat berubah mengikuti stok dan promo.
ColorOS dikenal memiliki tampilan yang cukup rapi dan pengguna dapat menghapus sejumlah aplikasi bawaan yang tidak dibutuhkan.
Namun, OPPO A60 juga tidak sepenuhnya bebas bloatware. Pengujian TechNave menemukan adanya sejumlah aplikasi bawaan yang dapat menciptakan app drawer terasa penuh.
Jadi, OPPO A60 makin tepat dimasukkan sebagai HP bersama iklan sistem yang relatif minim, bukan perangkat yang benar-benar tanpa bloatware.
4. Motorola Moto G86 Power 5G
Motorola selama ini menawarkan pendekatan software yang relatif dekat bersama Android standar. Moto G86 Power 5G hadir bersama Android 15 dan mengangkut baterai berkapasitas amat besar.
Harganya di Indonesia berada di kisaran Rp4,7 juta-Rp4,8 jutaan demi varian 8/256 GB berdasarkan listing yang tersedia.
Meski demikian, klaim bahwa Moto G86 Power 5G benar-benar bebas bloatware perlu diberi catatan. Pengujian Tech Advisor menemukan sejumlah aplikasi pihak ketiga bagaikan Booking.com, TikTok, LinkedIn, Amazon Music, dan sejumlah game telah terpasang sejak awal.
Artinya, keunggulan Motorola makin tepat disebut antarmuka yang relatif sederhana, sementara seuntukan aplikasi bawaan masih dapat ditemukan.
5. Tecno Spark Go 3
Untuk pengguna bersama anggaran terbatas, Tecno Spark Go 3 menarik lantaran harganya masih berada di kelas Rp2 jutaan.
Model ini mengangkut layar 6,75 inci bersama refresh rate hingga 120Hz, chipset UNISOC T7250, baterai 5.000 mAh, serta pilihan memori 4/64 GB dan 4/128 GB.
Harga September 2026 berada di kisaran Rp2,1 juta-Rp2,3 jutaan, meskipun harga awal dan promo dapat berbeda.
Dari sisi penggunaan, Spark Go 3 makin cocok demi pengguna yang membutuhkan WhatsApp, media sosial, browsing, streaming, dan aktivitas ringan.
6. Samsung Galaxy A05
Samsung Galaxy A05 masih menjadi salah satu pilihan HP entry-level bersama harga relatif terjangkau.
Varian 4/64 GB tercatat sekitar Rp1,4 jutaan dalam daftar harga yang diperbarui pada 2026.
Samsung memakai antarmuka One UI pada perangkatnya. Dibanding sejumlah antarmuka Android lain, pengalaman penggunaan Samsung cenderung tidak berorientasi pada iklan pop-up yang agresif.
Meski demikian, Galaxy A05 tetap mengangkut sejumlah aplikasi bawaan Samsung dan Google. Jadi, istilah yang makin tepat merupakan minim iklan mengganggu, bukan benar-benar bebas bloatware.
7. vivo Y03
vivo Y03 menjadi salah satu pilihan teramat murah dalam daftar ini. Pada September 2026, harganya mengawali sekitar Rp1,3 juta demi 4/64 GB dan sekitar Rp1,5 juta demi 4/128 GB.
Ponsel ini memakai Funtouch OS dan ditenagai Helio G85. Layarnya berukuran 6,56 inci bersama refresh rate 90Hz, sementara itu baterainya berkapasitas 5.000 mAh.
Untuk pengguna yang cuma membutuhkan HP demi komunikasi, media sosial, YouTube, browsing, dan aplikasi ringan, Y03 dapat menjadi pilihan ekonomis.
Namun, Funtouch OS tetap memiliki sejumlah aplikasi dan fitur bawaan berakibat perangkat ini tidak dapat disebut benar-benar bebas bloatware.
8. realme C65
realme C65 hadir bersama Realme UI dan tersedia dalam pilihan RAM 8 GB serta penyimpanan hingga 256 GB.
Harga varian 8/128 GB dan 8/256 GB pada saat ini berada di kisaran Rp2,2 juta-Rp2,8 jutaan, tergantung toko, varian, dan promo.
Ponsel ini memakai Helio G85, layar 6,67 inci 90Hz, baterai 5.000 mAh, serta pengisian cepat 45W.
Untuk urusan software, realme UI menawarkan sejumlah aplikasi bawaan dan fitur rekomendasi. Karena itu, pengguna yang amat sensitif terhadap bloatware sebaiknya mengecek aplikasi bawaan setelah menjalankan setup awal.
Jika mencari HP murah tanpa bloatware dan iklan bawaan sebaiknya tidak cuma menyaksikan merek. Pengguna juga perlu mengecek aplikasi yang terpasang sejak awal, izin notifikasi, fitur rekomendasi, serta apakah aplikasi tersebut dapat dihapus atau dinonaktifkan.
Dengan begitu, HP Rp1 jutaan sekalipun tetap dapat dibuat makin nyaman digunakan tanpa wajib terus-menerus menyambut baik notifikasi promosi.
