MediaKeadilan.com – Lifter senior Indonesia Eko Yuli Irawan tidak berhasil meraih medali pada penampilan terakhirnya di Asian Games 2026.
Meski cuma finis di posisi keempat kelas 65 kilogram putra, Eko masih belum ingin menutup perjalanan panjangnya di dunia angkat besi.
Eko membukukan total angkatan 302 kilogram dari snatch 135 kilogram dan clean and jerk 167 kilogram.
Hasil tersebut menempatkannya di bawah Pak Myong Jin dari Korea Utara, He Yueji dari China, dan Tran Minh Tri dari Vietnam.
Pak Myong Jin meraih emas bersama total angkatan 328 kilogram. He Yueji mengangkut pulang perak bersama 327 kilogram, sementara itu Tran Minh Tri mengamankan perunggu setelah mencatat total 309 kilogram.
Meski tidak berhasil naik podium, Eko berusaha menyambut baik hasil tersebut bersama lapang dada. Lifter berusia 37 tahun itu mengaku ingin menikmati kesempatan terakhirnya tampil di Asian Games.
“Enjoy saja, apa pun hasilnya memang. Hari ini saya ingin bagaikan yang pada hari semasih belumnya bilang semasih belum berangkat, ingin menikmati kompetisi, jadi apa pun hasilnya mesti kita terima,” kata Eko seusai pertandingan di Nagoya City Trade and Industry Center, Kamis.
Eko mengakui tetap merasakan kesedihan lantaran tidak berhasil mengangkut pulang medali. Namun, ia memilih menyerahkan apresiasi kepada dirinya sendiri setelah mampu kembali menembus tim nasional melalui proses seleksi.
“Siapa sih yang enggak sedih, enggak dapat podium. Cuma apresiasi diri sendiri saja, saya telah berusaha sampai kini. Melewati seleknas masih dapat nomor empat,” ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut, Eko sempat tidak berhasil pada percobaan pertama snatch 135 kilogram semasih belum sukses mengangkat beban yang sama pada kesempatan kedua. Ia lalu berupaya 138 kilogram pada percobaan ketiga, namun tidak berhasil.
Pada nomor clean and jerk, Eko juga tidak berhasil pada percobaan pertama bersama beban 167 kilogram. Ia sukses pada kesempatan kedua, namun tidak berhasil mengangkat 175 kilogram pada percobaan ketiga.
Enam Kali Asian Games, Masih Ingin ke Olimpiade
Asian Games Aichi-Nagoya menjadi penampilan keenam Eko di pesta olahraga terbesar Asia. Semasih belumnya, ia tampil di Doha 2006, Guangzhou 2010, Incheon 2014, Jakarta-Palembang 2018, dan Hangzhou 2022.
Pengalaman panjang tersebut menciptakan Eko tidak ingin menjadikan faktor usia sebagai alasan demi berhenti. Ia masih memiliki target lain, yakni berusaha mengejar tiket Olimpiade Los Angeles 2028.
Eko bahkan berencana kembali menjalani persiapan pada bulan depan. Ia menginginkan dapat memperbaiki catatan angkatannya berakibat peluang tampil di Olimpiade kembali terbuka.
“Mudah-mudahan. Persiapan bulan depan ini bila memang dapat memperbaiki angkatan, kebarangkalian berangkat ke China,” kata Eko ketika ditanya mengenai peluang kembali tampil di Olimpiade.
Jika kembali tampil di Olimpiade 2028, Eko berpeluang menambah catatan panjangnya setelah semasih belumnya tampil dalam lima edisi pesta olahraga terbesar dunia.
Eko telah mengoleksi empat medali Olimpiade, yakni perunggu dari Beijing 2008 dan London 2012 serta perak dari Rio de Janeiro 2016 dan Tokyo 2020. [Antara]
