Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Merawat kulit kerap kali identik bersama memilih skincare yang tepat. Mulai dari cleanser, serum, moisturizer, sampai sunscreen, seluruhnya dipilih sesuai kebutuhan kulit.

Namun, kesehatan kulit ternyata tidak cuma ditentukan oleh apa yang dipakai dari luar. Kebiasaan sehari-hari bagaikan pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, hingga paparan sinar ultraviolet dan polusi juga ikut menjadi untukan dari perjalanan kesehatan kulit.

Cara pandang inilah yang kini sejumlah dibicarakan melalui konsep skin longevity, yakni upaya menjaga kesehatan dan fungsi kulit dalam jangka panjang, bukan cuma mengatasi masalah yang telah muncul.

Sederhananya, kulit tidak cuma dinilai dari apakah pada hari ini terlihat glowing atau tidak. Lebih dari itu, bagaimana kondisi dan fungsi kulit tetap terjaga seiring bertambahnya usia juga menjadi perhatian.

Skin Longevity Dimengawali dari Gaya Hidup

Ada alasan mengapa pembahasan skin longevity mengawali dikaitkan bersama gaya hidup. Kondisi tubuh dan kulit saling berhubungan, berakibat kebiasaan yang dilakukan setiap hari dapat ikut memengaruhi kesehatan kulit.

Pola makan, misalnya, menjadi salah satu aspek yang diperhatikan melalui konsep gut-skin axis, yang membahas hubungan antara kondisi saluran pencernaan dan kesehatan kulit.

Begitu pula bersama tidur dan stres. Kurang tidur atau stres yang tidak dikelola bersama baik dapat menjadi untukan dari faktor yang perlu diperhatikan ketika seseorang ingin menjaga kesehatan tubuh dan kulit secara menyeluruh.

Aktivitas fisik juga masuk dalam pembahasan. Sementara dari lingkungan, paparan sinar UV dan polusi menjadi faktor eksternal yang perlu diantisipasi melalui perlindungan kulit yang tepat.

“Healthspan, yang menjadi untukan dari konsep longevity, merupakan hidup panjang yang tetap berkualitas. Karena itu, penggunaan skincare dan perbaikan lifestyle yang baik perlu dilakukan bersamaan,” jelas dr. Yusri Dinuth, MM, ABAARM, Skin Longevity Expert.

Dengan pendekatan bagaikan ini, rutinitas merawat kulit tidak lagi berdiri sendiri. Skincare tetap menjadi untukan penting, namun dibarengi bersama kebiasaan yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Tidak Semua Orang Punya Kebutuhan Kulit yang Sama

Persoalan berikutnya merupakan menentukan kebiasaan mana yang sebenarnya perlu diperbaiki.

Sebab, kebutuhan kulit setiap orang berbeda. Ada yang makin sejumlah terpapar matahari lantaran aktivitas di luar ruangan, ada yang memiliki pola tidur berantakan, sementara yang lain barangkali perlu makin memperhatikan pola makan atau pengelolaan stres.

Pendekatan personal lalu menjadi penting. Alih-alih menyerahkan rutinitas yang sama demi seluruh orang, kondisi kulit dan gaya hidup dapat dilihat secara bersamaan demi menentukan prioritas.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article