Media Asing Soroti 2 Tahun Prabowo Gibran: Kontroversi MBG, Peran Wapres Dipertanyakan

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia dua tahun pada pada hari ini, Selasa 20 Oktober 2026.

Dua tahun pihak pemerintahan Prabowo-Gibran, tak cuma media dan publik Indonesia yang menyoroti namun juga surat kabar media tetangga, Malaysia.

Salah satu media Malaysia, Sinar Harian dalam tajuknya ikut membahas mengenai dua tahun pihak pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dalam tajuknya, media Malaysia itu menyasar mengenai kontroversi program makan gizi gratis (MBG) serta peran dari wakil kepala negara Gibran Rakabuming Raka.

“Sejumlah indikator ekonomi dan program sosial memperlihatkan perkembangan positif, namun kontroversi pelaksanaan kebijakan serta sorotan terhadap peran Gibran menjadi untukan dari evaluasi perjalanan pihak pemerintahan mereka,” ulas media asing tersebut.

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, pihak pemerintahan Prabowo-Gibran memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat sekitar, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Sekretariat Kabinet, pihak pemerintahan Prabowo telah menjalankan 121 kebijakan transformasi dalam 21 bulan demi menjawab berbagai tantangan nasional.

“Namun, capaian tersebut memunculkan pertanyaan penting: sejauh mana kebijakan pihak pemerintah benar-benar meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar?” ulas Sinar Harian.

Ekonomi Indonesia Tumbuh, Kemiskinan Menurun

Dari sisi ekonomi, Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,11 persen sepanjang 2025, meningkat dibandingkan 5,03 persen pada 2024.

Kinerja tersebut berlanjut pada kuartal II 2026, ketika ekonomi tumbuh 5,29 persen secara tahunan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada periode yang sama, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen, sementara itu investasi meningkat 6,87 persen.

Angka tersebut memperlihatkan aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan kuat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekitar.

BPS juga mencatat tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, setara bersama sekitar 22,93 juta orang.

Jumlah tersebut berkurang sekitar 920.000 orang dibandingkan Maret 2025.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article