Nobar Film Bapak Paling Jujur, Anies Baswedan Bicara soal Integritas hingga Sentilan Politik

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri acara nonton bareng (nobar) film Bapak Paling Jujur di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Anies nobar bersama pemeran utama film, Andovi Da Lopez, serta komika David Nurbianto.

Usai pemutaran film, Anies memuntukkan pandangannya mengenai jalan cerita yang dinilai sarat akan pesan moral sekaligus sindiran terhadap dinamika politik di Indonesia.

Saat ditanya apakah dirinya merasa tersinggung bersama adegan program “Rumah Subsidi Gratis”, Anies justru meresponsnya bersama gelak tawa.

“Kalau disingkat RBG ya,” ujar Anies sambil tertawa.

Menurut Anies, film tersebut menyuguhkan refleksi mendalam yang dikemas secara cerdas tanpa jeda dan terus berkesinambungan bersama peristiwa politik nyata, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Semua rangkaian itu senantiasa ada sambungannya ke peristiwa politik. Walau namanya Jakarta, tapi nyambungnya ke mana-mana, ke nasional, ke yang lain,” kata Anies.

“Bahkan ada istri Gubernur yang luar biasa itu. Jadi saya lihat kreativitas, kecerdasan, dan ketelitian dari seluruh rangkaian, mengawali dari penulis naskah sampai penyutradaraan,” ujarnya menyambung.

Meski mengangkat tema kejujuran yang kerap menjadi tantangan di ruang publik maupun kehidupan sehari-hari, Anies menilai film ini sukses menunaikan fungsinya sebagai tontonan yang amat menghibur.

“Tidak ada yang sempurna, tapi tahu bahwa ada prinsip-prinsip yang wajib diperhatikan itu penting. Film ini mengingatkan kita soal itu,” imbuh Anies.

“Tugas film itu menghibur. Kalau punya efek edukasi, itu bagus. Tapi dari awal sampai akhir, film ini amat menghibur. Apalagi bila punya minat di dunia politik, akan terasa makin menghibur lagi,” katanya mengimbuhkan.

Sentilan Hasil Pemilu dan Kilas Balik Indeks Integritas

Ketika ditanya mengenai untukan yang teramat menyentil perasaannya, Anies menunjuk pada adegan penutup yang membahas hasil kontestasi politik.

“Paling nyentil di akhir sih, ketika bicara tentang hasil pemilu. Dia bilang bahwa apa yang percaya kurang sejumlah, tapi terus dia bilang, ‘yang penting jujur’. Saya rasa itu yang teramat nyentil. Ketika berakhir proses kampanye dan pemilihan, calon dan timnya tidak malu demi menceritakan seluruh prosesnya,” ucap Anies.

Topik kejujuran dalam film tersebut juga mengingatkan Anies pada kebijakannya saat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya saat menggagas Indeks Integritas Ujian Nasional (UN).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article