Kunjungi Desa Tenganan Pegringsingan, Seruni dan Dekranas Dukung Pelestarian Tenun Gringsing

admin
By admin
3 Min Read

MediaKeadilan.com – Ketua Umum Solidaritas Perempuan demi Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih sekaligus Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian bersama Pembina Seruni Kabinet Merah Putih sekaligus Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming mengunjungi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat (23/10/2026).

Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian terhadap pelestarian warisan budaya sekaligus dukungan untuk kesehatan masyarakat sekitar, khususnya para penenun lanjut usia (lansia).

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan sesejumlah 500 unit kacamata untuk para lansia, khususnya penenun kain Gringsing. Penyerahan bantuan ini disertai pemeriksaan mata demi mengetahui tingkat minus setiap penerima, berakibat kacamata yang diberikan sesuai bersama kebutuhan penglihatan mereka.

Dalam sambutannya, Tri Tito Karnavian mengaku terkesan bersama kekayaan adat dan budaya yang dimiliki Desa Tenganan Pegringsingan. Ia menilai keunikan desa adat tersebut merupakan warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.

“Ini memang suatu desa adat yang wajib kita pertahankan adat istiadatnya lantaran merupakan warisan budaya yang luar biasa,” ujar Tri.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat sekitar setempat dan menginginkan kunjungan tersebut dapat mendorong dukungan untuk pengembangan potensi desa, termasuk dalam bidang kebudayaan dan ekonomi.

Sementara itu, Pembina Seruni Kabinet Merah Putih sekaligus Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming menyampaikan kesan positifnya terhadap kehidupan masyarakat sekitar Desa Adat Tenganan Pegringsingan. Ini terutama tradisi menenun kain Gringsing yang menjadi ciri khas desa tersebut.

“Saya secara pribadi baru pertama kali datang mengunjungi Desa Adat Tenganan Pegringsingan ini dan amat terkesan sekali terutama bersama kehidupan di desa adat ini dan juga kain tenunnya yang cukup terkenal merupakan namanya kain Gringsing,” ujar Selvi.

Selvi menekankan pentingnya regenerasi penenun agar keterampilan tradisional tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kain Gringsing tetap menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat sekitar setempat.

“Kalau yang sepuh-sepuh yang telah tua-tua telah pensiun tidak menenun lagi, harapannya ada regenerasi dari yang muda-muda barangkali nanti bila demi pembinaan kami dari Dekranas siap demi menolong,” ungkapnya.

Selain mendukung pelestarian budaya, Selvi menginginkan bantuan kacamata yang diberikan dapat bermanfaat untuk para lansia di desa tersebut. “Ini telah ada bantuan 500 kacamata, semoga bantuan itu bermanfaat demi Bapak-Ibu seluruhnya,” jelasnya. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article